Kebijakan Perbankan Tak Sejalan dengan Program Rumah Murah

Big Banner

Sampit, Kalteng – Kebijakan perbankan yang dinilai pilah-pilah calon nasabah dinilai tidak sejalan dengan program pemerintah yang gencar membangun rumah murah bersubsidi untuk rakyat kecil yang memang membutuhkan.

“Kami pengembang perumahan bersemangat menjalankan program pemerintah membangun rumah murah, tapi malah kebijakan bank yang hanya memilih mereka yang berpenghasilan tetap yang disetujui mengambil kredit rumah. Padahal program rumah murah ini kan justru untuk membantu mereka yang berpenghasilan rendah,” keluh Suprianti Rambat, salah seorang pengusaha properti terkenal di Sampit, Selasa (10/3).

Pengusaha sukses yang akrab disapa Bu Rambat ini berpendapat, seharusnya perbankan justru membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki rumah dengan cara kredit.

Tujuan inilah yang ingin dicapai pemerintah sehingga gencar mengajak pengusaha membangun rumah murah.

Kenyataan di lapangan jauh berbeda. Masyarakat berpenghasilan rendah seperti pedagang bakso, penjual sayur dan lainnya, dirasa sangat sulit mendapatkan kredit rumah murah bersubsidi selama perbankan masih mengutamakan sisi bisnis mereka dalam memilih nasabah.

“Saya lihat ini kok tidak sinkron. Pemerintah ingin menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tapi perbankan hanya mau melayani nasabah berpenghasilan tetap. Padahal yang membutuhkan rumah itu justru masyarakat kecil yang selama ini tinggal di barak atau rumah sewa,” tandasnya.

Dia juga mengeluhkan kebijakan terkait larangan bagi warga yang sudah pernah mengambil kredit rumah untuk kembali membeli rumah secara kredit.

Padahal belum tentu kredit pertama tersebut milik pribadinya dan bisa pula rumahnya sudah dijual, sehingga seharusnya warga tersebut kembali dilayani untuk kredit rumah.

Sementara itu, anggota Komite I DPD HM Mawardi saat reses di Sampit mengaku berterima kasih atas informasi dan masukan tersebut.

Dia berjanji akan menyampaikannya saat rapat bersama eksekutif melalui kementerian yang membidangi masalah ini agar aspirasi masyarakat bisa dipenuhi.

“Memang perlu ada solusi terhadap masalah seperti ini supaya masyarakat kecil bisa memiliki rumah dan program pemerintah juga berjalan. Saya rasa juga perlu ada insentif bagi pengembang yang membantu menjalankan program pemerintah dalam membangun rumah murah untuk masyarakat,” ucap Mawardi.

Penulis: /FEB

Sumber:Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me