BTN Targetkan Kredit Rp 1 Triliun di Property Expo 2015

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan akan mengucurkan kredit baru hingga Rp 1 triliun dalam ajang pameran Indonesia Property Expo 2015 yang berlangsung 14-22 Februari mendatang. Direktur BTN Mansyur S Nasution mengatakan, dalam pameran ini BTN memberikan kebijakan khusus untuk transaksi yang dilakukan selama masa pameran berlangsung.

“Kita berikan promosi suku bunga kredit 9,25 persen untuk satu tahun pertama, uang muka hanya 5 persen, diskon biaya asuransi, diskon biaya provisi 50 persen dan bebas biaya administrasi, lalu approval permohonan kredit langsung ditempat. Agustus tahun lalu kita berhasil cetak kredit baru Rp 1,5 triliun, untuk kali ini kita targetkan dapat Rp 1 triliun kredit baru,” katanya dalam pembukaan acara BTN Property Expo di Jakarta Convention Center, Sabtu (14/2).

Pihaknya optimistis kegiatan yang diikuti 200 pengembang ini akan menarik perhatian masyarakat untuk membeli rumah dengan fasilitas KPR. Kegiatan serupa telah dilakukan selama empat tahun berturut-turut dan memberi hasil yang positif. Produk yang dipamerkan meliputi rumah bersubdisi, non subsidi, apartemen premium, ruko, rumah dan apartemen menengah.

“Di sini harganya mulai dari Rp 115 juta sampai diatas Rp 1 miliar. Selain baru, kami juga tawarkan rumah bekas, lelang BTN,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Mansyur menambahkan, masyarakat juga bisa mengakses melalui portal BTN properti untuk melihat produk yang ditawarkan pada pameran kali ini.

Sementara itu, merespons pasar atas kebijakan suku bunga KPR perbankan, BTN akan melakukan penyesuaian suku bunga KPR yang berlaku per 1 Maret 2015.

“Kami sudah melakukan evaluasi dengan berbagai macam pertimbangan bisnis dan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan bank untuk pada akhirnya menetapkan penyesuaian atas besar suku bunga KPR KPA bank BTN. Penyesuaian suku bunga bervariasi turun antara 50-75 bps untuk yang floating. Lalu untuk yang outstanding KPR subsidi turun 200-400 bps,” kata Mansyur.

Suara Pembaruan

Penulis: Lona Olavia/MUT

Sumber:Suara Pembaruan

beritasatu.com