Terungkap, Area Hunian Termurah di Jakarta

Big Banner

Jakarta – Para pencari properti yang sedang mencari properti dengan harga terjangkau di Jakarta bisa mempertimbangkan membeli di Rorotan, yang telah muncul sebagai area termurah untuk real estate di ibukota. Sementara itu, Menteng masih menjadi tempatnya rumah-rumah termahal menurut riset terbaru dari portal properti, Lamudi.

Managing Director Lamudi Indonesia, Karan Khetan, mengatakan, analisis ini memberikan gambaran yang jelas tentang pasar properti di Jakarta dan menunjukan area dimana para pencari rumah paling mungkin menemukan rumah dengan harga paling terjangkau di ibukota Jakarta.

“Pencari properti paling mungkin mendapatkan nilai uang lebih di kota Jakarta Timur, yang memiliki harga real estate rata-rata paling rendah di Jakarta,” kata Karan Ketan dalam siaran persnya baru-baru ini.

Berdasarkan analisis dari lebih dari 170.000 listing properti, lanjut dia, Lamudi telah membuat sebuat heat map yang mengungkapkan harga rata-rata properti di lokasi-lokasi penting di Jakarta.

“Informasi ini didapatkan dari data yang luas, dan didesain untuk memberi para pencari rumah sebuah wawasan mendalam kepada pasar perumahan di daerah Jakarta,” tambah dia.

Wilayah Rorotan, Jakarta Utara, mempunyai real estate paling murah di Jakarta, dengan harga rata-rata Rp 5.454.545 per meter persegi. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat memegang harga properti termahal di Jakarta, dimana pencari rumah harus membayar rata-rata Rp 24.900.558 per meter persegi.

Hal ini tentunya tidak mengherankan, mengingat listing di Jakarta paling mahal yang ada di Lamudi terletak di area Menteng, dengan harga rata-rata Rp 90.000.000 per meter persegi. Menariknya, Gunung Sahari di Jakarta Pusat mempunyai harga hingga serendah Rp 9.000.000 per meter persegi. “Hal ini tentunya menunjukan adanya rentang harga yang luas di wilayah kotamadya ini,” kata Karan Ketan.

Jakarta Selatan menyusul di peringkat kedua, dengan harga rata-rata Rp. 23.837.983 per meter persegi. Area ini mempunyai rentang harga dari Rp. 10.357.142 per square meter di Lenteng Agung hingga Rp. 57.142.857 per meter persegi di Panglima Polim.

Jakarta Utara mempunyai area Rorotan yang memiliki harga properti paling rendah (Rp 5.454.545 per meter persegi) Namun demikian, harga rata-rata di kota ini adalah Rp. 20.730.643 per meter persegi. Penjagalan mencatat area paling mahal di utara, dengan harga rata-rata Rp. 37.037.037 per meter persegi.

Sedangkan untuk harga rata-rata di Jakarta Barat dan Jakarta Timur masing-masing adalah Rp 16.616.820 dan Rp 11.753.154 per meter persegi, menjadikan Jakarta Timur sebagai kota dengan harga paling terjangkau di DKI Jakarta.

Dengan harga rata-rata Rp. 8.845.945 per meter persegi, Srengseng menjadi daerah paling murah di Jakarta Barat, sementara Penggilingan menempati lokasi paling murah di Jakarta Timur (Rp 6.750.000 per meter persegi).

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

Sumber:PR, Lamudi

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me