11 Cara Bijak Kurangi Tagihan Air Bulanan di Rumah Anda

Big Banner

Lokasi tempat tinggal Anda mungkin terberkati dengan pasokan air bersih yang melimpah. Namun, bayangkan di belahan wilayah yang lain yang kerap mengalami krisis air. Apalagi ketika musim panas tiba. Banyak saudara kita yang hidup dibawah tekanan karena sulitnya mendapatkan air bersih, bahkan untuk konsumsi sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan minimal 144 liter per orang per hari sesuai standar acuan nasional saja, mereka masih jauh kekurangan.

Kembali ke rumah Anda. Cek pembayaran tagihan air setiap bulan dan cermati apakah mengalami kenaikan dari waktu ke waktu? Angka yang tertera di sana adalah potret bagaimana pola pemakaian air di rumah Anda. Lonjakan angka menggambarkan bahwa ada pemborosan pemakaian air yang sedang terjadi, sehingga Anda perlu berhemat.

Berikut 11 cara untuk menekan serendah mungkin tagihan pemakaian air di rumah Anda yang mudah untuk diterapkan di rumah.

1. Matikan kran. Ini sama dengan menabung sekaligus menghilangkan kebiasaan buruk. Jangan membiarkan air keluar dari keran sia-sia karena Anda lupa menguncinya usai mencuci atau membilas piring, mencuci tangan atau wajah, sikat gigi atau bercukur. Dengan mematikan keran saat Anda menyikat gigi dan mencukur, maka Anda sudah menghemat ratusan galon per bulan. Jika ada kebocoran di pipa atau keran, pastikan untuk memperbaiki kebocoran. Karena air yang keluar dari keran bocor dapat membuang 20 galon air dalam sehari.

2. Setiap tetes air harus digunakan. Setiap air yang menetes dari keran, usahakan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika ada yang bisa dimanfaatkan lebih dari satu kali, maka lakukan. Salah satu cara mudah adalah ketika Anda membilas buah-buahan dan sayuran, maka sisa air itu dapat Anda gunakan untuk menyiram tanaman. Ini jauh lebih bermanfaat ketimbang air sisa mencuci dibuang dan Anda harus menarik selang, membuka keran untuk menyiram tanaman.

3. Gunakan wastafel dengan penampung air ganda. Alih-alih membiarkan air mengalir saat Anda mencuci piring, alangkah baiknya jika Anda mengisi salah satu wastafel dengan air panas, air sabun untuk mencuci, dan yang lainnya dengan dingin, air jernih untuk membilas. Sementara itu, jika wastafel Anda adalah model tunggal, maka gunakanlah dua penampung air untuk mencuci dan membilas.

4. Gunakan wastafel yang lebih kecil. Alat pencuci piring yang efisien dapat menyimpan banyak air. Membersihkan piring dari sisa makanan sebelum menggosoknya dengan sabun dan membilasnya  dengan air, maka Anda akan menghemat hingga 10 galon air.

5. Beli mesin cuci pakaian dengan efisiensi tinggi. Rata-rata keluarga perkotaan di Indonesia sudah mulai mencuci dengan mesin cuci. Aktifitas mencuci pakaian dengan mesin, menyumbang lebih dari 20 persen penggunaan air di rumah. Maka, pilihlah mesin cuci yang menerapka  konsep hemat ernergi, karena kebanyakan mesin ini menghabiskan jumlah air 40% lebih sedikit dari mesin cuci biasa.

6. Jangan boros di kamar mandi. Kamar mandi adalah tempat dengan porsi penggunaan air terbesar di rumah. Maka tempat ini juga akan memungkinkan Anda dapat menuai penghematan air terbesar dengan beberapa pilihan cerdas. Toilet, misalnya, menghabiskan hampir 30 persen dari konsumsi air dalam ruangan. Toilet yang lebih tua menggunakan sebanyak 6 galon per flush. Sementara yang baru, hanya menggunakan 1,28-1,6 galon air per flush. Dual-flush toilet menggunakan air lebih sedikit. Mandi menyumbang hampir 17 persen dari dalam ruangan penggunaan air rumah tangga.  Untuk menghemat air saat mandi, ganti pancuran biasa, yang menggunakan 2 ½ galon per menit, dengan pancuran yang menggunakan 2 galon satu menit atau kurang.

7. Persingkat mandi Anda. Rasanya, Anda perlu menggunakan timer atau pencatat waktu di dapur untuk mengukur lamanya  mandi Anda. Idealnya, lima menit atau kurang.

8. Penutup kolam renang. Penutup kolam renang tidak hanya untuk mempertahankan suhu kolam renang, tapi juga mengurangi penguapan. Diperkirakan, penutup kolam memangkas jumlah konsumsi air, 30 sampai 50 persen.

9. Siram tanaman secara manual. Pertimbangkan untuk menyiram taman Anda dengan manual. Rumah tangga yang menggunakan air secara manual biasanya menggunakan air 33 persen lebih sedikit daripada mereka yang menggunakan sistem otomatis.

10. Irigasi di taman Anda. Berbicara tentang penyiraman taman, irigasi pada lanskap perumahan menjadi kuncinya. Rancang taman Anda dengan sistim pengairan yang hemat air.  Biarkan aliran air merambah semua sisi permukaan taman dengan pengaturan kontur yang bertingkat.

11. Tampung air hujan. Cari cara menyimpan air hujan untuk digunakan di kebun. Gunakan drum untuk menampung air dari atap atau selokan. Ingatlah untuk menutupi kembali drum Anda agar terhindar dari perkembangbiakan nyamuk.

Bagi Anda yang menggunakan sumur sendiri dan biaya pemakaian air disatukan dengan biaya listrik, maka dengan melakukan 11 langkah di atas, Anda sedang menghemat pemakaian listrik bulanan Anda.

Foto: Istimewa

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me