Summarecon Bandung Tersandung Rumah Contoh

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk merambah Kota Bandung, Jawa Barat. Developer ternama yang mengembangkan sejumlah proyek perumahan menengah atas di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ini akan mengembangkan Summarecon Bandung seluas 300 ha di kawasan Gedebage, Bandung Timur. Di sini akan dikembangkan sebanyak 10 klaster rumah tapak (landed residential) yang terdiri atas 300 unit per cluster. Harga rumahnya seharga Rp1 – 2 miliaran per unit. Selain rumah tapak Summarecon bandung juga akan dilengkapi kawasan komersial, mal, apartemen dan gedung perkantoran.

Summarecon Bandung

Summarecon Bandung

Tapi gara-gara rumah contoh (show unit) proyek ini sedikit menimbulkan kegaduhan di Bandung.  Pemkot Bandung menyatakan pembangunan rumah contoh itu belum dibekali izin mendirikan bangunan (IMB). Pemkot juga menuding Summarecon telah memasarkan proyek yang belum ada izinnya. Proyek ini secara resmi memang belum di-launching. Tetapi pemasaran secara informal sudah berlangsung dan kalangan broker juga aktif menawarkannya.

Menurut Direktur Summarecon Agung, Adrianto P. Adhi, pihaknya masih menunggu rancangan detail tata ruang (RDTR) yang saat ini proposalnya masih berada di Kantor Gubernur Jawa Barat sehingga proyek ini memang belum dipasarkan. “Hanya saja respon masyarakat Bandung terhadap proyek ini sangat luar biasa, tentu ini harus kita layani dengan baik makanya kita bangun show unit,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (26/3).

Adrianto menjelaskan, show unit itu hanya berupa bangunan temporary atau dummy yang nanti ketika proyek ini diluncurkan dummy tersebut akan dirobohkan. Karena sifatnya hanya sementara, pembangunannya hanya menyerupai rumah namun sistem plumbing-nya belum tersambung. Di sisi lain, pemkot sendiri tidak memiliki perizinan IMB untuk bangunan temporary seperti ini.

“Kita sudah minta ke Pemkot untuk dibuatkan semacam surat keterangan untuk show unit dummy ini karena kita sangat sadar perizinan untuk proyek ini belum keluar wong RDTR-nya masih di gubernur. Jadi nggak bisa dibilang Summarecon Bandung tanpa izin, ini hanya masalah show unit saja,” imbuhnya.

Selama ini yang dilakukan Summarecon hanya launching konsep untuk menjelaskan pengembangan proyeknya akan seperti apa. Termasuk akan membangun CBD dan fasilitas lainnya tapi belum berjualan. Nilai investasi Summarecon Bandung akan mencapai lebih dari Rp25 triliun.

“Masalahnya justru di provinsi, karena ternyata RDTR untuk kawasan ini belum ada, ini yang membuat perizinan kita juga menjadi lama dan terkatung-katung. Di media bunyinya jadi hebat, Summarecon Bandung dibongkar, ya pasti dibongkar namanya temporary. Yang pasti kita akan mulai berjualan begitu RDTR dan perizinan lainnya keluar,” tandasnya.

housing-estate.com