Urus IMB di Aceh Cuma Tiga Hari

Big Banner

BANDA ACEH, KOMPAS.com – Ibu kota Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Banda Aceh mulai menuju kota berbasis informasi, komunikasi, dan teknologi atau Information, Communication, and Technology (ICT).

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyatakan, tata kelola pemerintahan dalam reformasi birokrasi memberikan kemudahan pelayanan masyarakat melalui perizinan dalam jaringan (daring). Dengan begitu, mengurus perizinan bisa lebih cepat.

“Cukup klik langsung bisa akses. Perizinan hanya satu kali. Di manapun bisa mudah investasi dalam mengurus perizinan,” ujar Illiza kepada Kompas.com usai peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015, Selasa (23/3/2015).

Kemudahan perizinan dimaksudkan untuk menghindari praktik para calo. Selain itu, masyarakat bisa mengetahui persyaratan dan biaya perizinan, langsung dari sumber yang pertama. Di Banda Aceh, tambah Illiza terdapat 53 perizinan. Meski terhitung banyak, setiap perizinannya tidak memakan waktu lama.

Misalnya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), pengusaha bisa mengurusnya dalam waktu sehari. Khusus untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB), perintah kerja atau Standar Operation Procedure (SOP) maksimal 14 hari. Namun, pada praktiknya di lapangan, belum pernah melebihi ketentuan.

“Belum ada yang telat, kecuali kalau tidak lengkap syaratnya kita tunda. Biasanya lebih cepat (dari 14 hari). Pernah ada yang tiga hari. Kalau syarat sudah lengkap, langsung terbit,” jelas Illiza.

Syariat Islam

Illiza menjelaskan, pihaknya selalu berusaha mengedepankan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga memastikan fasilitas kota untuk masyarakat, misalnya sekolah dan rumah sakit, tersedia dengan pelayanan maksimal melalui pemanfaatan ICT.

Namun begitu, Illiza menegaskan, setiap perubahan di Banda Aceh ini, tetap mengacu pada syariat Islam. “Sebetulnya, yang mau kita bangun adalah peradaban Islam. Aceh tidak bisa dipisahkan dari penegakan syariat. Kita ingin tunjukkan pada dunia, pada dasarnya sebuah kota yang menerapkan syariat Islam tidak akan ketinggalan zaman. Justru harus sesuai dengan zamannya,” jelas Illiza.

Pemanfaatan ICT, merupakan salah satu cara Banda Aceh untuk menuju peradaban Islam yang lebih maju. Illiza menargetkan, akan mengintegrasikan aplikasi dan inovasi yang ada di Aceh, dengan pemasangan kabel fiber optik.

Beberapa tahun terakhir, Banda Aceh mendapatkan banyak penghargaan antara lain tata ruang kota terbaik, juara Indonesia Digital Society Award, dan juara ICT pura. Illiza berharap, tahun ini Banda Aceh bisa menyabet penghargaan Wahana Tata Nugraha.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me