ISPI Rilis Klaster Baru di Perumahan Gading City

Big Banner

Bekasi – Perusahaan pengembang, ISPI Group, mengembangkan klaster baru Manhattan di kawasan Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, senila Rp 50 miliar.

Komisaris ISPI Group Preadi Ekarto mengatakan, klaster Manhattan hanya memiliki 150 unit. “Pada saat peluncuran sudah ada 20 unit rumah yang sudah terjual dari 50 unit pertama yang ditawarkan. Total unit yang aka dibangun sebanyak 150 unit rumah,” kata Preadi Ekarto saat peluncuran klaster Manhattan, di Bekasi, akhir pekan lalu.

Harga unit di klaster tersebut diklaim terjangkau oleh masyarakat kelas menengah bawah, yakni mulai Rp 250 jutaan. Oleh karenanya mayoritas pembeli rumah dikawasan Mutiara gading City adalah end user dan bukan investor.

“Kenapa kami membangun hanya 150 unit, karena ingin memastikan bahwa pembelinya adalah pemakai dan benar-benar untuk ditinggali,” ujar dia.

Sebelumnya, kawasan Mutiara Gading City sudah berdiri 1.500 unit rumah, dengan 5 klaster yakni Napoli, Palermo, Milano, Torino dan Sommerset, dimana total investasi yang telah dikeluarkan sebesar Rp 500 miliar.
“Selain klaster Manhattan, kamu juga meluncurkan tempat komersial seperti ruko dengan harga mulai dari Rp 1,3 miliar,” kata dia.

Menurut Preadi, Mutiara Gading City Bekasi dan sekitarnya sering disebut sebagai primadona baru, karena berada di kawasan timur Jakarta yang sedang tumbuh dan berkembang. Kawasan yang dikenal sebagai sunrise property ini sangat cocok untuk berinvestasi dan memiliki properti.

Salah satu keunggulan Mutiara Gading City adalah berdekatan dengan jalan tol Cikarang-Tanjung Priok, yang segera dibangun. Pengembangan infrastruktur ini diyakini akan mendongkrak pertumbuhan properti di kawasan Bekasi.

“Kalau konsumen membeli hunian di Mutiara Gading City ini, kenaikkan pertahunnya bisa mencapai 30 persen dan nantinya dekat akses tol,” ujar dia.

Jika tol Cikarang-Tanjung Priok beroperasi, popularitas Mutiara Gading City akan meningkat, tak kalah dengan Kota Harapan Indah dan Summarecon Bekasi. “Sekarang memang masyarakat lewat Jalan Raya Bekasi untuk masuk ke sini. Tapi setelah jalan tol jadi, saya prediksikan, semua traffic akan lewat Mutiara Gading City,”” kata dai.

Untuk memudahkan akses transportasi, pengembang akan membangun konektor yang menghubungkan Mutiara Gading City dengan Jalan Tol Cikarang-Tanjung Priok sepanjang 5 kilometer dan lebar 40 meter.

Di tempat yang sama, pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, prospek kawasan di kota satelit Jakarta, seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang akan terus mengalami pertumbuhan.

“Kawasan penyangga Jakarta, seperti Bekasi terus mengalami pertumbuhan cepat, seiring rencana pemerintah mempercepat pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya di kawasan ini,” kata Ali.

Dampak dari rencana pembangunan jalan tol tersebut, sektor properti bakal terdongkrak. “Adanya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, saya prediksikan akan ada kenaikan pertumbuhan properti sebesar 30% di kawasan tersebut,” jelas dia.

Penulis: Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com