Kampus Teknologi Bergaya Spanyol-Islam Menarik Penikmat Arsitektur

Big Banner

KOMPAS.com – Beberapa lembaga pendidikan di Amerika Serikat memiliki sejarah dan tradisi yang dibentuk oleh estetika bangunan di kampus. Texas Tech misalnya, adalah universitas dengan arsitektur gedung bergaya Spanyol zaman Renaisans.

Gaya ini, pertama kali dibangun di daerah Andalusia dan Kastilia Spanyol. Selanjutnya, gaya ini dipengaruhi oleh sisa-sisa terakhir Dinasti Nasrid Islam yang dipaksa keluar dari Spanyol pada tahun 1492.

Wakil rektor bidang fasilitas, perencanaan dan pembangunan di Texas Tech, Michael Molina, menyebutkan bahwa arsitek kampus, William Ward Watkin, membawa gaya desain asli untuk pengembangan kampus baru.

“Ciri-ciri yang khusus untuk gaya Texas Tech adalah barisan tiang, penggunaan material seperti campuran bata, serta simetri dan rasio komponen bangunan menggunakan material batu,” kata Molina.

Penting dalam gaya ini, menurut rancangan yang ada, adalah bangunan berbentuk C, bentuk asimetris l, bujursangkar dan sayap ganda atau bangunan berbentuk H.

Setiap bentuk yang berbeda dari bangunan melayani orang-orang tertentu untuk memajukan estetika kampus. Banyak potongan estetika eksterior yang harus dipertimbangkan, yaitu penempatan jendela, penempatan pintu, dan penempatan batu. Tidak hanya itu, Molina juga mengatakan, pihaknya mempertimbangkan bagaimana bahan-bahan tersebut bisa berinteraksi satu sama lain.

Besi pada gaya Spanyol Rejas, atau gaya Spanyol yang terinspirasi besi, juga digunakan sebagai material fungsional yang melekat pada bangunan. Besi yang kini digunakan sebagai hiasan dekoratif pada bangunan, sering ditemukan dekat dengan pintu masuk utama gedung, balkon atau tempa besi di atas jendela.

Tiang-tiang sudah digunakan sejak berdirinya kampus asli. Watkin membayangkan, bangunan baru dibingkai oleh jaringan bertiang.

“Aspek lain dari gedung baru adalah pemanfaatan ruang plaza dan halaman. Apa yang kita sudah miliki di kampus kami, akan terus kami integrasikan dengan desain di masa depan desain,” kata Molina.

Desain Tech telah dibentuk berdasarkan keputusan untuk menjaga arsitektur Renaissance Spanyol sebagai tema yang berulang di seluruh kampus. Karakter Spanyol, Matador, serta warna merah dan hitam, dipilih untuk pemenuhan tema yang ditetapkan.

“Hari ini kita benar-benar menjaga kebijakan yang cukup jelas melalui rencana induk. Kita tidak akan membangun (struktur) tanpa merefleksikan gaya desain Renaisans Spanyol,” ujar Molina.

Gaya ini dan kekompakan seluruh kampus juga berdampak besar pada pengunjung, maupun mahasiswa. Salah seorang mahasiswa, Alex Brunton, mengaku tertarik ketika ia pertama kali datang ke Tech. Padahal sebelumnya, ia bukanlah penikmat atau pemerhati arsitektur.

“Rasanya menyenangkan berjalan melewati rumput-rumput dan pohon, tidak hanya berjalan di trotoar. Saya juga bangga ketika orang me-tweet gambar kampus Tech,” kata dia.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me