Harga Sudah Naik Tinggi, Penjualan Rumah di Jabodetabek Anjlok 25%

Big Banner

Jakarta -Berdasarkan survei Indonesia Property Watch (IPW) volume penjualan properti perumahan di wilayah Jabodebek-Banten pada triwulan III-2014 turun 25,7% dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara nilai transaksi tercatat penjualan rumah adalah Rp 1.291.705.200.350 (Rp 1,291 triliun).

IPW mencatat, capaian ini cukup buruk dibandingkan penjualan rumah di Jabodetabek-Banten pada triwulan II-2014 yang sempat mengalami kenaikan 6,9%. Penyebab penurunan karena harga properti yang sudah terlalu naik tinggi, kondisi politik, dan kebijakan bunga kredit perumahan yang masih tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda dalam situs resminya, Kamis (16/10/2014).

Ali menambahkan penurunan volumen penjualan rumah di Jabodetabek-Banten, sejalan dengan penurunan tingkat penjualan properti secara nasional pada triwulan III/2014 yang kembali mengalami penurunan sebesar -9,4% (qtq) setelah pada triwulan II/2014 menurun juga sebesar -0,9% (qtq).

“Pasar perumahan semakin bergeser ke segmen menengah dengan komposisi 45,3% dibandingkan dengan segmen kecil sebesar 43,5% dan segmen atas 11,2%,” kata Ali.

Ia menambahkan sampai akhir tahun 2014 diperkirakan pasar akan mengalami perlambatan meskipun proses transisi ke pemerintahan baru relatif berjalan lancar.

“Hal ini lebih dikarenakan pasar perumahan saat ini masih mencari bentuk keseimbangan baru setelah terjadi percepatan yang signifikan dua tahun belakangan,” katanya.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me