Agung Podomoro Keruk Pendapatan Rp 5,3 Triliun

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang 2014, emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), berhasil mengeruk penjualan, dan pendapatan usaha senilai Rp 5,296 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi 8,1 persen dibanding tahun 2013.

Dalam pengumuman hasil keuangan teraudit untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2014, juga disebutkan pertumbuhan pada segmen lainnya. Untuk segmen pendapatan berulang melonjak 37,1 persen menjadi Rp 1,375 triliun dari sebelumnya Rp 1,003 triliun.

Demikian halnya dengan laba kotor yang meningkat 12,7 persen menjadi Rp 2,654 triliun dari Rp 2,354 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Begitupula dengan marjin laba kotor yang juga meningkat menjadi 50,1 persen pada tahun 2014 dari 48,0 persen pada 2013.

“Sedangkan laba komprehensif naik 5,8 persen menjadi sebesar Rp 984,0 miliar, sebelumnya  Rp 930,3 miliar,” tutur Investor Relation APLN, Wibisono, dalam keterangan tertulis melalui surel kepada Kompas.com, Ahad (29/3/2015).

Wibisono menambahkan, untuk laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi sebesar Rp 854,9 miliar. Angka ini sedikit meningkat dari Rp 851,4 miliar pada tahun 2013.

“Sebaliknya, marjin laba komprehensif dan marjin laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi 18,6 persen dan 16,1 persen pada tahun 2014 dari 19,0 persen dan 17,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Wibisono.

Hingga saat ini, APLN memiliki 36 anak usaha, 13 entitas dengan kepemilikan tidak langsung melalui anak usaha, serta 2 entitas asosiasi di bidang properti di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Makassar dan Medan.

Dalam sepuluh tahun terakhir, Agung Podomoro telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, mayoritas ditujukan untuk segmen masyarakat kelas menengah dengan varian proyek apartemen, pusat belanja, ruko, hotel, dan menara perkantoran.

properti.kompas.com