Ikut Earth Hour Satu Jam, JW Marriott Hemat Energi 500 Kilowatt

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kampanye penghematan energi atau yang biasa dikenal dengan sebutan ‘Earth Hour’ pada Sabtu (28/3/2015) pukul 20.30 – 21.30 WIB turut juga dilakukan salah satu hotel bergengsi di Jakarta, JW Marriott.

Hotel yang berlokasi di wilayah Mega Kuningan, Jakarta Selatan tersebut mengklaim aksi ‘Earth Hour’ yang berlangsung selama satu jam, mampu menghemat energi sebesar 500 kilowatt.
 
“Dalam satu jam ini, kami bisa menghemat energi sebesar 500 kilowatt. Hal tersebut dilakukan hanya dengan mematikan 85 persen listrik dalam hotel, seperti pada lobi, restoran, ruang tunggu, outlet, dan pintu masuk utama,” ujar Resident Manager Hotel JW Marriott Jakarta, Girish Talreja kepada Kompas.com.
 
Girish menjelaskan, 15 persen listrik untuk beberapa peralatan di dalam hotel tetap digunakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung serta penghuni yang sedang singgah. Ada pun peralatan tersebut, di antaranya adalah cctv, alat deteksi, dan alat proteksi kebakaran.
 
“Sisanya tetap dibiarkan aktif agar para pengunjung serta penghuni hotel tetap merasa aman dan nyaman. Beberapa lampu juga dibiarkan hidup dengan penggunaan minimum hanya untuk sekadar memberi penerangan jalan hotel,” tambah Girish.
 
Selain itu, ungkap Girish, pihak hotel juga telah meminta para penghuni kamar untuk meminimalisasi penggunaan pencahayaan serta berbagai alat elektronik pada saat ‘Earth Hour’. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak partisipasi penghuni dalam kampanye penghematan energi tersebut.
 

“Kami telah memberikan poster dan surat edaran kepada para penghuni kamar hotel. Kami ingin mereka turut berpartisipasi melakukan penghematan energi dan melestarikan bumi,” papar Girish.

 
Selain melakukan penghematan energi, pengelola JW Marriott juga melakukan aksi pelestarian budaya lewat kerja sama dengan pengrajin batik, Parang Kencana. Menurut Girish, pengunjung serta penghuni hotel antusias dengan acara yang diselenggarakan yang awalnya merupakan besutan organisasi pemerhati lingkungan internasional, World Wild Fund (WWF).
 
“Kami melihat pengunjung dan penghuni antusias menyambut acara ‘Earth Hour’ ini. Sampai saat ini kami belum menerima komplain dari mereka,”  kata Girish.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me