Akuisisi Mall Kemang Lesatkan Laba LPKR, Laju Sahamnya Kejar Resistance Berikutnya

Big Banner

Sepanjang tahun 2014, emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,55 triliun atau alami kenaikan sebesar 107% jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,23 triliun. Peningkatan kinerja bottom line perseroan tersebut ditopang oleh pendapatan usaha perseroan yang tercatat sebesar Rp 11,66 triliun, atau naik 75 persen dari Rp 6,66 triliun di periode sebelumnya.

Pendapatan divisi urban development naik 200 persen menjadi Rp 5,65 triliun didukung penjualan aset mal Kemang ke Lippo Mall Indonesia Retail Trust (LMIRT) sebesar Rp 3,37 triliun. Pendapatan dari divisi large scale integrated tumbuh sehat sebesar 19 persen menjadi Rp 1,33 triliun pada 2014 dari Rp 1,12 triliun tahun sebelumnya dimana penjualan proyek yang ada (existing project) seperti Kemang Village dan St Moritz. Pendapatan divisi healthcare tumbuh mengesankan sebesar 33 persen menjadi Rp 3,34 triliun. Siloam telah membuka empat rumah sakit baru sepanjang tahun lalu sehingga telah mengoperasikan 20 rumah sakit pada akhir 2014

Sementara untuk pos beban pokok juga mengalami hingga 73 persen, namun laba kotor LPKR justru melonjak 77 persen menjadi Rp5,4 triliun dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3,05 triliun. Turunnya beban lainnya hingga 59 persen turut mendorong kenaikan pada laba bersih LPKR.

Adapun dengan melonjaknya laba bersih perseroan, hingga periode Desember 2014 laba per saham LPKR juga alami kenaikan menjadi Rp111,86 per saham dari besaran periode sebelumnya yang sebesar Rp53,94 per saham. Sementara pada pos posisi keuangan, total aset yang dimiliki LPKR mengalami kenaikan 21 persen menjadi Rp37,76 triliun karena adanya peningkatan pada persediaan sebesar 19 persen dan aset tetap 14 persen. Sementara total liabilitas juga meningkat 17 persen menjadi Rp20,11 triliun karena utang obligasi naik 26 persen menjadi Rp9,78 triliun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (27/3/15) saham LPKR dibuka pada level 1,275 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,275 dan bergerak dalam kisaran 1,270 – 1,300 dengan volume perdagangan saham  mencapai 34,5 juta lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham LPKR sejak awal Februari terpantau bergerak dalam momentum rebound dan saat ini terus melesat menembus level resistance. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Three White Soldiers terbentuk pada Upper Bolinger Band yang menunjukan LPKR dalam potensi menguat. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh beli.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan LPKR dalam potensi melanjutkan penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju LPKR dalam momentum breakout dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan LPKR. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1150 hingga target resistance di level Rp1290.

 

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me