6 Penyebab Harga Jual Rumah Menjadi Rendah

Big Banner

Anda berpikir sudah saatnya menjual rumah yang dihuni selama bertahun-tahun. Pertimbangan ini tak lepas dari pemikiran bahwa harga tanah maupun properti yang semakin meningkat setiap tahunnya. Belum lagi Anda berencana untuk pindah ke tempat yang lebih baik. Bagi Anda yang hendak menjual rumah sebaiknya jangan terlalu berharap memperoleh banyak keuntungan, sebab ada beberapa hal yang menyebabkan harga jual rumah Anda menjadi rendah. Apa saja itu?

1. Lokasi rawan bencana

Bukan hal yang mustahil jika calon pembeli urung membeli rumah Anda apabila berada di lokasi yang rawan bencana. Entah itu banjir, longsor, atau lain sebagainya. Walaupun rumah Anda berada di kawasan strategis sekalipun, apabila rawan bencana maka harga properti akan mengalami penurunan. Bukan hanya mengalami penurunan harga, bank juga akan berpikir panjang memberikan KPR untuk properti yang dijual di daerah-daerah rawan bencana.

2. Pembangunan tak terduga

Hal selanjutnya yang mampu menyebabkan nilai properti Anda menurun adalah adanya pembangunan tak terduga di sekitar rumah. Mungkin selama berpuluh-puluh tahun Anda menghuni rumah tersebut tidak ada masalah. Ketika Anda hendak pindah tiba-tiba saja di sekitar rumah akan dibangun saluran listrik tegangan tinggi atau pabrik pengolahan limbah. Faktanya, pembangunan seperti itu dapat memengaruhi kondisi perumahan di sekitarnya. Hal itu menyebabkan polusi maupun faktor buruk bagi kesehatan.

3. Lingkungan tetangga yang buruk

Kondisi lingkungan tetangga yang buruk dapat dideskripsikan dalam beberapa pandangan. Misalnya, properti berada di kawasan preman/kriminal yang sering mengundang polisi untuk berpatroli, ada tetangga yang rumahnya dijadikan sarang narkoba, dan lain sebagainya. Sudah pasti hal tersebut menyebabkan harga jual rumah Anda menurun. Tentunya keamanan dan kenyamanan tak dapat terjamin di daerah tempat tinggal Anda. Siapa yang mendambakan tinggal dalam lingkungan seperti itu?

4. Sejarah buruk

Apabila pernah terjadi kejadian kriminal yang tak diinginkan, baik di rumah Anda maupun di sekitar rumah, sebaiknya jujur pada calon pembeli. Contoh kasus,  rumah Anda pernah dirampok walau hanya sekali atau terjadi kasus pembunuhan di dekat rumah. Jelaskan pada calon pembeli bahwa pernah ada catatan buruk mengenai properti yang hendak Anda jual meski harga jualnya pasti akan jatuh. Jangan pernah mencoba menyembunyikan hal-hal seperti ini kepada calon pembeli karena akan membuat hubungan Anda dengan mereka jadi renggang. Bahkan, Anda bisa saja dicap sebagai penipu.

5. Masalah tempat parkir

Properti yang minim tempat parkir dipastikan akan membuat harga jual menurun. Terlebih kebutuhan konsumen saat ini adalah rumah yang mampu mengakomodasi individu dan juga kendaraan. Sementara pemilik kendaraan dari tahun ke tahun semakin meningkat, demikian halnya kebutuhan mereka akan tempat tinggal yang mumpuni menampung kendaraan mereka. Entah kendaraan roda dua atau roda empat. Ini berlaku juga bagi Anda yang mau menjual apartemen Anda. Seandainya kondisi lahan parkir terbatas dan menyebabkan calon pembeli harus memarkir kendaraannya di bahu jalan tentu membuat mereka berpikir panjang. Bisa saja harga jual yang Anda tawarkan tidak disetujui atau bahkan ditawar serendah mungkin karena Anda tak mampu menjamin kenyamanan dan keamanan calon pembeli dari segi lahan parkir.

6. Kondisi rumah

Calon pembeli akan sangat memerhatikan kondisi rumah yang hendak dibeli. Setiap sudut akan menjadi perhatiannya. Untuk itu, bila kondisi rumah Anda tidak terawat ada bekas rembesan air di dinding akibat atap bocor, saluran air terhambat, air yang keruh, lantai berjamur dan lain sebagainya, maka jangan harap calon pembeli akan tertarik. Bukan saja harga jualnya menjadi turun namun calon pembeli bisa kabur. Kemungkinan kedua, calon pembeli tetap mau membeli tapi dengan setengah harga. Hal ini disebabkan mereka akan mengeluarkan biaya lagi untuk merenovasi rumah Anda. (Foto: Istimewa)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me