Permintaan Properti Perkantoran Tahun Ini Berpotensi Melebihi 2012

Big Banner

Jakarta – Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, meyatakan permintaan ruang kantor tahun ini berpotensi melampaui tahun 2012. Permintaan ruang kantor terus menguat didorong oleh ekspansi tenant. Selama kuartal I tahun 2013, penyerapan bersih ruang kantor di CBD mencapai sekitar 120 ribu meter persegi.

“Pertumbuhannya positif terutama dari sisi permintaan. Trennya masih berlanjut di kuartal I. Gelagatnya masih berlanjut,” kata Anton. Tahun 2012, permintaan ruang kantor mencapai 380 ribu meter persegi. Sedangkan permintaan untuk triwulan ini saja sudah 120 ribu meter persegi.

Tapi, tingginya tingkat penyerapan pasar dalam triwulan ini justru dibarengi dengan turunnya tingkat hunian dari 94 persen ke 92 persen. Sebab pasok baru yang masuk dalam triwulan ini cukup besar sekitar 240 ribu meter persegi. Tapi, harga sewa ruang kantor terus meningkat antara 7 sampai 10 persen dalam triwulan ini.

Tingkat hunian ruang kantor di luar CBD justru untuk pertama kalinya menembus level 90 persen. Di akhir triwulan I tahun 2013, angkanya naik mencapai 92 persen. Head of Project Leasing Jones Lang LaSalle, Angela Wibawa, menyatakan penyerapan ruang kantor di luar CBD yang mencapai sekitar 57 ribu meter persegi mendorong kenaikan harga sewa antara 5 sampai 10 persen.

“Dari pertumbuhan harga sewa dan permintaan, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat paling tinggi,” kata Anton. Menurut Angela, TB Simatupang masih tetap menjadi daerah yang paling pesat pertumbuhan harga sewanya. Hal ini disebabkan permintaan yang tinggi dari penyewa yang sebagian besar perusahaan di luar bidang jasa dan keuangan.

ARIEF HARI WIBOWO

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me