Ruko Masih Diminati sebagai Instrumen Investasi

Big Banner

SERANG, KOMPAS.com – Kendati sempat disalip oleh jenis properti lain macam apartemen murah-menengah, dan small office home office (SOHO), reputasi rumah toko atau ruko ternyata belum pudar.

Di beberapa lokasi, ruko masih sangat dibutuhkan sebagai pemicu (trigger) hidupnya sebuah kawasan. Bahkan, jenis properti yang mengombinasikan hunian dan ruang usaha ini selalu mendapat alokasi khusus dalam rancangan sebuah kota baru atau pengembangan proyek baru.

Di CitraLand Puri Serang, Serang, CitraRaya Tangerang, Summarecon Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Tamasari Lagoon Manado, sekadar menyebut nama, memasukkan ruko sebagai fitur utama dalam area pusat bisnisnya.

Menurut Marketing Manager CitraRaya Tangerang, Ryan Lie, ruko mampu mengakomodasi kepentingan warga penghuni, dan non-penghuni untuk berbisnis, dan berinvestasi. Peminatnya banyak, terutama ruko yang dikembangkan di area bisnis dalam kawasan perumahan.

“Pasalnya, captive market-nya ada yakni warga perumahan. Ruko bisa dijadikan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal. Satu properti, dua fungsi,” jelas Ryan kepada Kompas.com, usai seremoni pemancangan tiang pertama EcoPlaza CitraRaya Tengarang, Senin (30/3/2015).

Tak mengherankan, meskipun di CitraRaya sudah ribuan unit ruko yang dibangun, namun karena peminatnya masih banyak, dipasarkan seri terbaru bertajuk Garden Boulevard dengan harga perdana Rp 1,29 miliar per unit.

“Garden Boulevard ditawarkan sebanyak 290 unit,” imbuh Ryan.

Demikian halnya dengan CitraLand Puri Serang. Kota baru yang juga dikembangkan Ciputra Group ini juga dilengkapi dengan ruko sebagai sarana komersialnya. Produk terbaru yang ditawarkan adalah Alegro Plaza CitraLand Puri Serang.

Project Manager CitraLand Puri Serang, Ardian Hendra, menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, permintaan ruang usaha macam ruko di wilayah Kota Serang meningkat tajam. Terbukti, sebelum diluncurkan perdana sudah ada beberapa konsumen menitipkan booking fee, dan serius membeli ruko Alegro Plaza.

“Tingginya harga ruko di kawasan-kawasan yang sudah mapan membuat para investor  mengalihkan perhatiannya ke kawasan-kawasan baru, yang trennya terus berkembang,” tandas Ardian kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2015).

Hal tersebut dimungkinkan, karena harga ruko di kawasan sedang berkembang belum terlalu tinggi, dan cenderung terus meningkat seiring kuatnya permintaan. Selain itu, belum banyak investor yang mengetahui atau mendapat informasi tentang kawasan tersebut.

Alegro Plaza CitraLand Puri Serang, menurut Ardian, dirancang untuk memenuhi kebutuhan investasi. Lokasinya yang berada di wilayah Lingkar Selatan, Ciracas, Serang, Banten yang sejak dua tahun terakhir berkembang pesat, mulai dibidik para investor pemburu rente.

“Dalam perkenalan perdana, beberapa potential buyer macam perusahaan perbankan, jasa keuangan, industri makanan, minuman, dan pakaian menitipkan rerata dua ruko untuk dimiliki dan dijadikan sebagai instrumen investasi maupun ruang usaha untuk ekspansi,” beber Ardian.

Demikian halnya dengan ruang komersial di Tamansari Lagoon yang dikembangkan PT Wika Realty. Menurut GM Marketing Realty Tamansari Lagoon, Ugik Sugiyanto, pihaknya menambah sarana ruang ritel komersial untuk melengkapi kondotel dan apartemen yang lebih dulu dibangun.

“Jumlahnya memang terbatas hanya 11 unit. Namun harga yang kami tawarkan cukup tinggi yakni Rp 45 juta per meter persegi. Investor yang meminati sangat banyak, karena mereka membidik para penghuni apartemen dan tamu kondotel Tamansari Lagoon,” tutur Ugik.

Potensi kenaikan harga

Dijelaskan Ryan, potensi kenaikan harga ruko di dalam kawasan perumahan, maupun pusat bisnis cukup tinggi. Khusus untuk kawasan CitraRaya potensi kenaikan harga bisa mencapai 20 persen per tahun.

“Sementara untuk kawasan perumahan yang baru dikembangkan sekitar 10 persen hingga 15 persen per tahun,” tambah Ryan.

Ugik mengamini, pertumbuhan harga akan terjadi seiring dengan progres pembangunan, dan juga beroperasinya ruang komersial tersebut. “Mendekati masa operasional atau pembukaan harga bisa dua kali lipat, terlebih bila dikunjungi banyak orang,” ucap Ryan.

Hal ini dibuktikan dengan fenomena ruko Kensington di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara yang digarap PT Summarecon Agung Tbk. Harga tertinggi penawaran perdana ruko yang memang sangat diburu investor tersebut bahkan mencapai Rp 38 miliar.


properti.kompas.com