Proyek Properti Bisa Hemat 150 Ribu Watt Listrik di Earth Hour

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun ini kampaye Earth Hour 2015 sudah dilaksanakan, Sabtu (28/3/2015) lalu. Beberapa proyek properti masuk dalam bagian kampanye tersebut. 

Presiden Director Synthesis Development, Budi Yanto Lusli, mengemukakan bahwa Earth Hour tahun ini dilakukan di area Synthesis Square – Gedung Synthesis Tower 1 dan 2, Jl. Gatot Subroto Jakarta. Hari itu serentak dilakukan pemadaman lampu dan peralatan listrik yang tidak digunakan.

“Aksi partisipasi selama sejam ini menghemat penggunaan listrik hingga 150.000 watt,” ujar Budi kepada KOMPAS.com, Selasa (31/3/2015).

Kampanye tersebut juga termasuk di seluruh kantor marketing dari proyek-proyek properti yang sedang berjalan sebagai bentuk kepedulian pada upaya pengurangan dampak perubahan iklim.
Beberapa program dilakukan di beberapa proyek antara lain pemadaman lampu dan alat elektronik tidak terpakai di Synthesis Square–Synthesis Tower 1 dan 2, Jakarta, Marketing Office Bassura City, Jakarta, Marketing Office Synthesis Residence Kemang, Jakarta, Pemadaman billboard Synthesis Development di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Pancoran Barat) Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Bassura City, Jakarta, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Jl. Basuki Rahmat, Jakarta.

“Kami juga mengajak seluruh karyawan berperan aktif memadamkan lampu dan alat elektronik selama satu jam di rumah masing-masing dan menerapkan gaya hidup hijau dalam kehidupan sehari-harinya,” katanya.

Tahun ini pelansanaan kampanye Earth Hour masuk tahun ketujuh di Indonesia. Kampanye ini melibatkan banyak perusahaan dan fokus di Jawa dan Bali. Pasalnya, berdasarkan data WWF Indonesia, sebanyak 78 persen konsumsi listrik Indonesia terfokus di Jawa dan Bali karena 68 persen konsumennya berada di pulau tersebut. Bagian Indonesia yang lain mendapatkan porsi lebih kecil.

Adapun 23 persen konsumsi listrik Indonesia terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang.  Distribusinya meliputi rumah tangga (33 persen), Bisnis/perkantoran serta gedung komersial (30 persen), industri (30 persen/kebanyakan di wilayah Tangerang), gedung pemerintahan (3 persen), fasilitas publik dan sektor sosial (4 persen).

“Ke depan masyarakat harus mencari tahu dan memahami tentang latar belakang produk sebelum memutuskan membelinya. Upaya ini sebagai bagian dari gerakan perubahan gaya hidup sebagai dukungan terhadap pengurangan percepatan perubahan iklim global,” ujar Budi.

Sebagai perusahaan pengembang proyek properti ritel, apartemen, perumahan, superblok, kantor, dan hotel, lanjut Budi, pihaknya harus ikut berkomitmen menjalankan kampanye tersebut tahun ini. Ia berharap, upaya penghematan energi listrik lewat kampanye tersebut bisa ikut menciptakan ruang hidup yang menyenangkan dan sangat nyaman bagi masyarakat.

properti.kompas.com