KWRI Luncurkan Buku Acuan Sukses Agen Properti

Big Banner

Jakarta – Perusahaan agen properti asal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi penuh sejak pertengahan 2013, Keller Williams Realty Indonesia (KWRI), meluncurkan buku ‘The Millionaire Real Estate Agent’ (MREA) edisi bahasa Indonesia, Selasa (31/3). Penulis buku MREA adalah Gary Keller (Co Founder dan Chairman of Keller Williams Realty Inc), Dave Jenks dan Jay Papasan (Chief Publishing Officer Keller Williams Realty Inc – USA).

President Keller Williams Realty Indonesia, Tony Eddy menjelaskan, di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya, buku ini telah menjadi acuan utama bagi para pebisnis real estate dan property agent (agen properti) dari berbagai merek dan franchise. “Kami yakin, buku ini juga akan segera menjadi acuan bagi para pebisnis real estate dan agen properti di Indonesia,” kata Tony dalam siaran persnya, Rabu (1/4).

Lebih lanjut Tony mengatakan, di tengah persaingan bisnis agen properti yang semakin ketat di Indonesia maupun di berbagai negara, dan telah dimulainya pasar bebas separti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015, saat ini dibutuhkan sebuah strategi, model bisnis dan cara pandang atau paradigma baru agar bisa menang bersaing dengan para profesional dari negara tetangga yang akan hadir di pasar Indonesia.

“Buku MREA sarat dengan pencerahan yang merubah cara pandang dan perilaku kerja para real estate agent tanpa mengenal nama organisasi dan merek kantor Anda bekerja. Buku ini tidak bicara soal apa brand Anda, tetapi mengupas dan mengajarkan apa yang harus anda kerjakan tahap demi tahap agar sukses menjadi Millionaire Real Estate Agent,” ujar Tony.

Buku ini, lanjut Tony, telah merubah hasrat hidup banyak agen properti tingkat dunia, yang awalnya hanya sebagai real estate agen perseorangan, kemudian membentuk tim, lalu menjadi mega agen yang bisa melakukan ratusan bahkan ribuah transaksi setiap tahunnya.

Dikatakan, tujuan akhir dari buku ini adalah menjadikan banyak orang sukses sebagai pemilik bisnis real estate agent dengan penghasilan jutaan dollar atau puluhan miliar rupiah setiap tahunnya. “Harapan kami buku MREA edisi bahasa Indonesia ini bisa ikut serta dalam mencerdaskan bangsa dan memberi pencerahan kepada para pebisnis real estate dan agen properti di tanah air demi tercapainya dunia bisnis yang lebih profesional dan bermartabat,” papar Tony.

Dalam dunia bisnis real estate dan agen properti tingkat dunia, kata Tony, Keller Williams Realty telah melahirkan sebuah evolusi dalam Real Estate Industry. Model tradisional yang pernah ada, menciptakan hubungan yang bersifat dependent antara para agen properti dan perusahaan di mana mereka bekerja. Model ini masih dipakai oleh real estate broker lainnya hingga saat ini.

“Model ini membuat para agen bergantung sepenuhnya kepada perusahaan dan mempunyai kesempatan kecil untuk meraih prestasi yang maksimal,” kata dia.

Model yang pernah muncul setelah model tradisional, jelas Tony, adalah model yang menciptakan hubungan antara para agen dan perusahaan menjadi independent (terlepas sama sekali). Model ini biasa disebut dengan ‘100% Companies’.

Model ini, lanjut Tony, menarik bagi para ‘top agent’ karena komisi akan dinikmati oleh para agen secara 100 persen. Para agen harus membayar sewa ‘meja’atau tempat kerja kepada perusahan. Model ini memang menggiurkan, namun harus diingat bahwa model ini membuat perusahaan tidak akan memberikan ‘support’ atau dukungan kepada para agen.

“Akibatnya, para agen harus bertanggung jawab untuk segala resiko yang berkaitan dengan keuangan, legal maupun management lainnya. Relasi yang tercipta antara para agen dan perusahaannya adalah relasi antara tenant dengan landlord-nya,” jelasnya.

Sementara, jelas dia, Keller Williams berhasil melahirkan model yang menciptakan relasi yang interdependent antara para agen dan perusahaannya. Di dalam model ini tercipta suatu relasi yang saling mendukung dan saling berjuang untuk meraih sukses bersama.

“Para agen mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk meraih sukses yang tidak terbatas dengan tetap memperoleh dukungan penuh dari perusahaan. Dengan demikian para agen terbebas dari resiko financial, legal maupun managemen aspek lainnya,” tambahnya.

Suara Pembaruan

Penulis: Siprianus Edi Hardum/FER

Sumber:Suara Pembaruan

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me