Pohon Sangat Penting Bagi Kota

Big Banner
Taman kotaTaman kota

Propertinet.com – Anggapan kalau pengembang kerap kali merusak lingkungan ketika mengembangkan proyeknya sebenarnya tidak perlu terjadi bila mengikuti aturan berlaku yang sudah ditentukan.

Yang paling umum dan mendasar misalnya kewajiban menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) seluas 30 persen dari total area yang dikembangkannya sehingga penghuni kawasan yang dikembangkan tersebut nantinya tetap bisa menghirup udara segar dengan keberadaan RTH yang memadai.

Menurut pengamat perkotaan Nirwono Joga, bukan hanya pengembang, tapi pemerintah sekalipun harus berwawasan lingkungan ketika mengembangkan proyek sebagaimana yang diatur oleh UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Hal ini harus dilaksanakan dan menjadi komitmen semua pihak dalam rangka mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan.

“Kalau semua pihak berkomitmen dengan UU ini, kita bisa lebih optimistis kota yang berwawasan lingkungan akan bisa terwujud. Memang butuh waktu, makanya saya sangat menyayangkan pembangunan kota dengan membabat pohon walaupun diganti ditanam di tempat lain, karena pohon untuk menjadi besar butuh waktu,” katanya di Jakarta, Kamis (26/3).

Pohon, lanjut Nirwono, sangat penting keberadaannya bagi kota. Paling tidak ada tiga fungsi vital pohon yang hingga saat ini belum bisa digantikan dengan teknologi tercanggih sekalipun. Fungsi tersebut antara lain, pohon sebagai penyumbang oksigen karena hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa menciptakan oksigen.

Fungsi kedua adalah pohon untuk menyerapkan air. Pohon berukuran sedang saja dapat menyerap air hingga 200 liter per hari karena itu di musim hujan saat ini merupakan kesempatan bagi sebuah kawasan untuk menabung cadangan air melalui pohon yang tersedia. Makanya sangat disayangkan bila pembangunan harus menghilangkan pohon.

Ketiga, pohon sebagai sebuah habitat maupun ekosistem hayati yang penting. Keberadaan pohon akan membuat RTH yang ada semakin hijau dan besar. Kita harus melihat pohon untuk 30-40 tahun ke depan karena itu bila saat ini pohon ditebangi kerugiannya untuk generasi yang akan datang.

“Ini yang belum pernah dihitung, bagaimana pembangunan jalan layang, MRT, dan lainnya yang harus menebangi pohon. Kerugian yang belum pernah dihitung meliputi berapa jenis burung yang migrasi dari Australia yang punah. Jadi RTH ini banyak hal, bukan sekadar ruang terbuka tapi soal keseimbangan dan ekosistem yang harus tetap terjaga,” tandas Nirwono.

propertinet.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me