Simak berita menarik di bursa saham hari ini!

Big Banner

JAKARTA. Kami menyuguhkan sejumlah berita di halaman bursa saham Harian KONTAN edisi Kamis (16/10), sebagai berikut.

Prospek Emiten Konsumer

Pertumbuhan emiten konsumer di kuartal III-2014 diprediksi akan lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Euforia pemilu telah usai, sementara momentum Lebaran tak banyak mengerek penjualan. Namun, masih ada beberapa saham yang layak menjadi incaran karena tumbuh cukup konsisten sepanjang tahun ini.

Herman Koeswanto,  analis Mandiri Sekuritas, memprediksi, pertumbuhan pendapatan emiten konsumer di kuartal III-2014 akan melambat menjadi 13%-14% year on year (yoy), atau turun 6% dibandingkan kuartal II-2014.

Indeks kepercayaan konsumer masih cukup tinggi di kuartal III. Tapi konsumsi domestik melambat menjadi 5,4% (yoy) dibandingkan kuartal II 2014 sebesar 5,59%. Hal ini disebabkan efek anggaran belanja pemilu telah memudar.

Kepala Riset Woori Securindo Reza Priyambada menilai, ada beberapa faktor penghambat kinerja emiten konsumer sepanjang 2014. Di antaranya kenaikan harga bahan baku dan beban tenaga kerja. Beberapa emiten menaikkan harga jual produk beberapa kali.

Namun hal itu belum tentu bisa menutupi tingginya beban. “Meski permintaan tinggi, beban juga menggerus margin,” ujar dia, yang memprediksi, pertumbuhan pendapatan emiten konsumer 12%-15% (yoy).

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) segera merealisasikan niatnya melego Burger King. Jaringan restoran burger yang dikendalikan melalui PT Sari Burger Indonesia (SBI) ini akan dijual ke investor strategis, yakni QSR Indoburger Pte Ltd.

MAPI sudah meneken perjanjian investasi dengan QSR, pada Senin (13/10). Perjanjian investasi itu mencakup pengambilan saham baru SBI dan pembelian sebagian saham SBI milik MAPI.

Tapi manajemen MAPI tak menjelaskan berapa tepatnya saham SBI yang akan dialihkan ke QSR. Demikian pula dengan nilai transaksinya. Masuknya investor baru itu harus mendapatkan persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Penutupan transaksi akan bergantung dari syarat pendahuluan yang diatur serta persetujuan BKPM,” ujar Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan MAPI, dalam keterangan resminya, Rabu (15/10).

Yang jelas, nilai transaksi ini kurang dari 20% dari total ekuitas MAPI, sehingga bukan transaksi material. Per Juni 2014, ekuitas MAPI tercatat Rp 2,49 triliun. MAPI sempat menegaskan di Burger King nanti hanya akan menjadi pemilik saham minoritas.

Sebelumnya, MAPI sudah melepas Domino’s Pizza, merek dagang asal Amerika Serikat. Pembelinya adalah Everstone Capital, private equity yang banyak mendanai sektor real estate. Everstone mendekap mayoritas saham domino’s Pizza hingga 51% dan MAPI hanya mengempit 49%.

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) boleh sedikit bernapas lega. Emiten sektor perkebunan ini baru saja memperpanjang utang jatuh temponya.

Mengacu laporan keuangan SIMP di semester I 2014, SIMP punya utang Rp 1,65 triliun ke Bank DBS Indonesia. Sejatinya, utang itu jatuh tempo 1 September. Tapi SIMP mendapatkan perpanjangan tenor uncommitted credit facility itu hingga 9 November. Kreditur mengucurkan pinjaman ke SIMP dan anak usahanya PT Lajuperdana, perusahaan perkebunan tebu dan pabrik gula terpadu.

Nah, utang SIMP ke DBS ini terdiri dari tiga macam. Pertama, senilai Rp 250 miliar diberikan ke SIMP. Kedua, pinjaman Rp 700 miliar dikucurkan ke Lajuperdana. Dari jumlah itu, Lajuperdana telah memakai Rp 520,38 miliar. Ketiga, Lajuperdana meraih Rp 700 miliar yang sudah dipakai Rp 159,71 miliar.

Editor: Sandy Baskoro

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me