Dalam Kepungan Hotel “Budget” (2)

Big Banner

Dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir, suplai hotel bintang tiga atau budget menunjukkan tren positif. Bahkan, penambahan unitnya mengalahkan hotel bintang empat dan lima. Di Jakarta, misalnya, jumlah hotel budget pada 2005 hanya bertengger di angka 35 unit, berkembang menjadi sekitar 65 unit, atau naik hampir 100 persen pada 2015.

Menurut Associate Director/Research Collier International Ferry Salanto, penambahan jumlah kamar hotel bintang tiga tidak sebanyak bintang empat dan lima. “Suplai kumulatif kamar hotel masih didominasi oleh bintang empat,” ujar Ferry.

Sampai kuartal pertama 2015, suplai kumulatif kamar hotel bintang empat mencapai 13 ribuan kamar. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan bintang lima sebanyak 11 ribuan, dan jauh di atas bintang tiga yang hanya 8 ribuan.

Mundur sepuluh tahun ke belakang, suplai kumulatif kamar hotel bintang tiga pada 2005 belum mampu menyamai bintang empat dan lima. Pada periode tersebut, jumlah kamar hotel budget di Jakarta hanya berada di kisaran 5 ribuan kamar. Sedangkan bintang empat dan lima yang sudah mengoleksi masing-masing 8 ribuan kamar.

Dari paparan angka di atas diketahui bahwa hotel budget unggul dari sisi suplai unit. Sementara bintang empat dan lima unggul di sisi suplai kamar. Hotel bintang tiga kalah dalam pasokan kamar karena rata-rata satu hotel hanya menyiapkan jumlah kamar di bawah 100 unit. Sedangkan satu hotel bintang empat dan lima, biasanya menyiapkan di atas 100 kamar.

Bersambung ke Bagian 3

Pamudji Slamet/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me