Apersi Jatim Minta Pemda Permudah Perizinan

Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur, Supratno, meminta pemerintah daerah (Pemda) mempermudah perizinan pembangunan perumahan ...

  • propertidata
  • 2016.09.13
  • 169

    view

  • Apersi Jatim Minta Pemda Permudah Perizinan

    Surabaya - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur, Supratno, meminta pemerintah daerah (Pemda) mempermudah perizinan pembangunan perumahan untuk mendukung program satu juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    "Pemerintah pusat memang sudah memangkasnya, tetapi pemerintah daerah masih belum menyikronkan dengan peraturan tersebut," ucap Supratno di Surabaya, Selasa (13/9).

    Supratno mengaku beberapa pengembang masih merasa sulit mewujudkan program tersebut, karena salah satu kendalanya adalah proses perizinan yang berpengaruh pada harga jual rumah.

    "Oleh sebab itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk memangkas perizinan guna mewujudkan program tersebut," katanya.

    Menurut Supratno, terdapat banyak komponen dalam penentuan harga rumah murah, di antaranya proses perizinan, harga bahan baku rumah serta harga tanah. Dan di antara ketiga komponen yang dapat ditekan adalah proses perizinan pendirian rumah.

    Ia menyebut dengan banyaknya komponen maka harga sebuah rumah semakin tinggi, sehingga pihaknya berharap ada pemangkasan khususnya untuk program MBR, agar ada bedanya antara rumah komersial dan rumah murah.

    "Selama ini, perizinan perumahan tergantung pada pemerintah daerah, dan ada pula pemerintah daerah yang belum memangkas sehingga masih berbelit dan lama," katanya.

    Oleh karena itu, Supratno mengharapkan, pada semester II ini seluruh daerah dapat menyikronkan proses perizinan, di antaranya mengurus izin prinsip lokasi (IPL), izin mendirikan bangunan (IMB), serta analisis lingkungan dan banjir.

    Sebelumnya, Apersi Jatim ditarget pemerintah pusat untuk membangun 9.000 rumah bagi MBR, dan dari jumlah tersebut sampai Agustus 2016 telah terserap sekitar 70 persen atau sekitar 7.200 rumah sederhana.

    Rumah tersebut telah dibangun di daerah Tuban, Lamongan, Situbondo, Probolinggo, Trenggalek, Kediri dan Tulungagung.

    "Kami harap perizinan bisa ditekan, dan beberapa perizinan lainnya juga bisa dihilangkan, seperti persetujuan dan pengesahan gambar site plan dengan waktu 5-7 hari kerja dan Analisa Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Andal Lalin) dengan waktu 30 hari kerja," ucapnya.

    /FER

    ANTARA

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci