Pengembang Perumahan Diimbau Waspada Kasus Penipuan

Pontianak - Kepala Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya, Adam mengimbau pengembang perumahan atau masyarakat yang mencari lahan di wilayah setempat lebih berhati-hati, mengingat ada beberapa masyarakat ...

  • propertidata
  • 2016.09.13
  • 84

    view

  • Pengembang Perumahan Diimbau Waspada Kasus Penipuan

    Pontianak - Kepala Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya, Adam mengimbau pengembang perumahan atau masyarakat yang mencari lahan di wilayah setempat lebih berhati-hati, mengingat ada beberapa masyarakat yang menjadi korban penipuan saat membeli lahan.

    "Saya mengingatkan kepada para developer perumahan atau masyarakat yang akan membeli lahan di Mega Timur agar berhati-hati, karena sudah ada beberapa orang yang menjadi korban penipuan," kata Adam di Sungai Raya, Selasa (13/9).

    Dia menjelaskan, dirinya mendapat informasi dari dua orang korban penipuan modus jual beli tanah, dimana oknum penipu tersebut melakukan jual beli tanah atau bagi bangun.

    "Modusnya, pelaku yang mengetahui ada orang yang mencari lahan mencoba menawarkan lahan dengan menunjukan sertifikat asli, namun bukan pada objek tanah. Setelah terjadi kesepakatan dan korban melakukan pembayaran awal, si pelaku melarikan diri, sehingga pembeli yang sudah memberi panjar mengalami kerugian puluhan juta," tuturnya.

    Adam mengatakan, saat ini lahan di Mega Timur memang menjadi incaran bagi para pengembang perumahan, mengingat letak geografisnya yang berdampingan dengan kota Pontianak dan akses jalan yang sudah baik, menjadikan kawasan tersebut mulai banyak pembangunan perumahan.

    "Bisa dilihat sendiri, lahan di Mega Timur ini sekarang sudah banyak dibangun perumahan, makanya hal ini dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan dengan merugikan orang lain," katanya.

    Yang terjadi di wilayah Desa Mega Timur, lanjutnya, harus menjadi pengalaman bagi peminat tanah atau investor yang berniat membeli atau bagi bangun karena kasus penipuan itu sudah terjadi tiga kali.

    "Untuk melakukan antisipasi agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya sebelum transaksi kedua belah pihak menanyakan kebenaran objek tanah tersebut atau mendatangi kantor desa setempat," katanya.

    /FER

    ANTARA

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci