IPW: Program Sejuta Rumah Jangan Dipaksakan

Big Banner

Jakarta – Indonesia Property Watch (IPW) menginginkan program Sejuta Rumah yang bakal diluncurkan akhir April 2015 untuk tidak dipaksakan dan dipersiapkan sebaik mungkin agar hasilnya bisa optimal.

“Program Sejuta Rumah yang segera diluncurkan oleh pemerintah seharusnya bisa lebih terkonsep dan mempunyai visi yang jelas dan tidak hanya sekedar menggelontorkan program perumahan,” kata Direktur Eksekutif IPW, Ali Tranghanda dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (15/4).

Menurut dia, program tersebut belum memperlihatkan sebuah mekanisme dan sistematika kerja yang terencana dengan baik.

Ali juga mengapresiasi beberapa program seperti penurunan 5 persen suku bunga FLPP, besaran uang muka 1 persen, dan bantuan uang muka Rp 4 juta, namun semua hal itu saja dinilai tidak cukup karena hanya memperhatikan sisi permintaan yang bisa membuat daya beli konsumen naik.

“Namun tentunya untuk menghindari mismatch pasar perumahan yang selama ini terjadi maka sisi pasokan harus dipikirkan. Pasalnya biarpun daya beli naik namun bila tanah untuk membangun rumah rakyat tidak ada maka sama saja dengan mimpi,” katanya.

Ali menyebutkan, kekhawatiran itu beralasan mengingat harga tanah yang semakin naik sehingga semakin lama semakin banyak pengembang yang tidak sanggup untuk membangun rumah murah lagi.

Saat ini, kata dia, publik masih belum tahu mengenai berapa banyak jumlah rumah yang rencananya akan dibangun di masing-masing pemda di Tanah Air.

“Sebaiknya pemerintah dapat berkaca dari gagalnya program 1.000 menara rusunami yang salah sasaran dan diserahkan sepenuhnya ke swasta tanpa ada pengawasan dan kebijakan yang jelas dari pemerintah,” tegasnya.

 

/FER

PR

beritasatu.com