Perumnas Optimistis MTN Direspons Pasar

Big Banner

Jakarta – Perum Perumnas optimistis penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) direspons positif oleh pasar. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk melengkapi kebutuhan lahan dalam membangun rumah yang ditargetkan BUMN tersebut.

“Kami menargetkan dana sebesar Rp 300 miliar dari pihak luar, bisa dari penerbitan MTN atau dari perbankan. Dalam waktu dekat kami menerbitkan MTN berkisar Rp 55-100 miliar,” ujar Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (14/4).

Menurut dia, tahun ini, pihaknya ditargetkan membangun 33.500 rumah. Target tersebut bagian dari program sejuta rumah yang digulirkan pemerintah. Dana yang dibutuhkan untuk membangun 33.500 rumah itu mencapai sekitar Rp 2 triliun. Kas internal yang disiapkanPerumnas sekitar Rp 400 miliar, sedangkan dana dari pemerintah berupa PMN sebesar Rp 1 triliun.

Semula, dengan PMN sebesar Rp 2 triliun, Perumnas menyisihkan Rp 500 miliar untuk mendukung akuisisi lahan. Namun, karena baru disetujui Rp 1 triliun, Perumnas mengurangi anggaran pembelian lahan menjadi Rp 300 miliar. Dana dari MTN dan perbankan itu diperuntukkan membeli lahan tersebut.

Himawan Arief mengatakan, kemungkinan besar paling lambat awal Mei 2015 sudah bisa melepas MTN ke pasar. Sedangkan tahap selanjutnya, tambah dia, akan dilakukan pada tahun ini juga. “Bunga MTN itu berkisar 10-11 persen. Selain MTN, sumber pendanaan lainnya adalah dari perbankan,” kata dia.

Menurut analis Danareksa Sekuritas Cabang Bandung Ruki Nur Upasanto, investor yang membeli MTN umumnya tidak terlalu menghiraukan tujuan penggunaan dana, apakah untuk membeli lahan atau untuk ekspansi lainnya. Bagi investor yang dilihat pertama kali adalah perusahaan penerbit MTN tersebut, apakah berkinerja bagus, berstatus BUMN ataukah perusahaan swasta yang kecil.

“Setelah itu, investor akan melihat tenor dan suku bunga yang ditawarkan,” kata dia dalam publikasinya, di Jakarta, Selasa (14/4).

Dia menilai, beberapa BUMN yang menerbitkan MTN, mendapat respons positif dari pasar. Dia mencontohkan MTN yang diterbitkan oleh PT KAI tahun 2014.

Bagi Kepala riset NH Korindo, Reza Priyambada, daya serap MTN tergantung dari hasil rating yang akan dikeluarkan lembaga pemeringkat. Biasanya pelaku pasar dalam menyerap surat utang akan melihat peringkat dan kupon yang ditawarkan.

“Jika peringkat dan kupon yang ditawarkan cukup menarik maka biasanya akan terserap akan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pasar akan menyerap cukup besar jika nama dan reputasi perusahaan sudah dikenal baik, apalagi sekelas Perumnas. Adapun mengenai peringkat rating, menurut Reza, hal itu tergantung kepada seberapa baik kinerja dari Perumnas. Jika kinerja dari Perumnas cukup baik, rating-nya juga akan baik.

M-01/Edo Rusyanto/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me