Pemerintah Putuskan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kajian yangdilakukan pemerintah cukup komprehensif mencakup aspek lingkungan hidup, dampak sosial, dan hukum.Dari seluruh aspek ini dampak ...

  • propertidata
  • 2016.09.13
  • 45

    view

  • Pemerintah Putuskan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Dilanjutkan

    Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kajian yang dilakukan pemerintah cukup komprehensif mencakup aspek lingkungan hidup, dampak sosial, dan hukum. “Dari seluruh aspek ini dampak sosial untuk nelayan dijadikan prioritas (kajian) sehingga dampak reklamasi untuk para nelayan akan bisa diantisipasi,” katanya saat mengumumkan hasil rapat terbatas mengenai proyek reklamasi di Kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Selasa (13/9).

    Proyek reklamasi ini dihentikan oleh pemerintah menyusul terkuaknya kasus suap kepada anggota DPRD DKI Jakarta terkait pembahasan Raperda Reklamasi. Penghentian yang disampaikan Menko Kemaritiman Rizal Ramli saat itu bukan sementara tapi permanen khususnya reklamasi Pulau G yang dinilai melakukan pelanggaran berat.

    Antisipasi dampak terhadap nelayan ini, lanjut Luhut, merupakan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapat prioritas. Ada sekira 12.000 nelayan yang diprioritaskan dan kehidupannya harus lebih baik dengan adanya proyek reklamasi. Selain itu Pemprov DKI akan menyediakan rumah susun dan 1.900 perahu nelayan di Jakarta. Mereka dipastikan bisa berlayar sejauh 13 km dari Pantai Utara Jakarta.

    Luhut menjelaskan semuanya sudah beres. PLN dan Departemen Perhubungan juga sudah melakukan kajian yang hasilnya tidak ada masalah soal reklamasi. Detil kajian final nantinya akan dijelaskan masing-masing kementerian.

    Lebih lanjut dia mengatakan ada tiga alasan mendasar di balik keputusan dilanjutkannya proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Pertama, kelanjutan reklamasi dianggap sebagai kepentingan DKI Jakarta dan kepentingan nasional. “Karena kalau tidak dilanjutkan, yang sudah dibuat dari zaman Pak Soeharto itu, Jakarta setiap tahun turun 7,5 cm. Itu giant sea wall-nya,” ujarnya.

    Kedua, mengantisipasi sumber air yang semakin berkurang. Bendungan yang nantinya akan dibuat, kata Luhut, dapat menambah sumber air. Dari hasil penelitian, 2 meter di bawahnya air asin dan sisanya di atas, air yang bisa diproses jadi air minum. 45 meter kubik per detik akan bisa dipompa dasarnya. Kira-kira setara 40 persen kebutuhan air kita. Adapun pertimbangan ketiga adalah menghindari rob atau banjir air laut.

    “Ini masalah teknik profesional. Tidak ada alasan untuk tidak meneruskan. Kalau ada masalah PLN, itu dikaji. Bisa rekayasa engineering. Temperatur air bisa dipertahankan antara 29-30 derajat celsius,” tandas Luhut. (PIT)

    jktproperty.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci