Perumnas Optimistis Capai Target

Big Banner

Jakarta – Perum Perumnas terus membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekalipun dana Penyertaan Modal Negara (PMN) belum cair. Tahun ini, BUMN itu ditargetkan membangun 33.500 rumah. Target tersebut bagian dari program sejuta rumah yang digulirkan pemerintah.

“Kami terus menggarap proyek untuk rumah rakyat tanpa menunggu pencairan dana PMN. Di bagian lain, kami juga sedang menyiapkan instrumen keuangan untuk tambahan dana,” ujar Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (14/4).

Dia menjelaskan, dana yang dibutuhkan untuk membangun 33.500 rumah itu mencapai sekitar Rp 2 triliun. Kas internal yang disiapkan Perumnas sekitar Rp 400 miliar, sedangkan dana dari pemerintah berupa PMN sebesar Rp 1 triliun.

“Untuk membangun hampir 36 ribu rumah yang diberikan tanggung jawab kepada Perumnas, kami mengusulkan PMN Rp 2 triliun. Namun disetujui Rp 1 triliun, sehingga kami akan mencari sumber pendanaan lain agar target yang dipercayakan kepada kami tetap bisa tercapai,” kata dia.

Sesuai dengan misi, Perumnas dalam lima tahun akan membangun 400 ribu unit rumah. Himawan Arief memaparkan, pada 2017, target pembangunan rumah adalah sebanyak 100 ribu rumah.

Sementara itu, Ketua Urban Housing Development Zulfi Syarif Koto mengatakan, sebagai BUMN yang berperan utama dalam penyediaan perumahan rakyat, Perumnas fokus membangun rumah untuk MBR. Khusus wilayah perkotaan, kata dia, Perumnas membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).

“Untuk wilayah perkotaan sebaiknya Rusunawa dan Rusunami. Karena tidak mungkin membangun rumah tapak di daerah kota, seperti Jakarta ini,” katanya.

Zufli mengingatkan, dana PMN sebesar Rp 1 triliun dimanfaatkan untuk pembangunan rumah bagi MBR. Rumah tersebut juga bagian dari mewujudkan target pembangunan sejuta rumah.

Menurut dia, prioritas lahan yang akan dijadikan proyek pembangunan MBR di antaranya, tanah milik perumnas di seluruh Indonesia. Selain itu, tanah milik instansi pemerintah lainnya dan lahan milik masyarakat.

 

M-01/Edo Rusyanto/FER

Investor Daily

beritasatu.com