Crown Group : Indonesia Pasar Potensial

JAKARTA Perusahaan properti asal Australia Crown Group menyatakan, Indonesia merupakan pasar potensial untuk memasarkan produk properti di luar negeri termasuk Sidney, Australia.Global Head of Sales & ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 481

    view

  • Crown Group : Indonesia Pasar Potensial

     

    JAKARTA – Perusahaan properti asal Australia Crown Group menyatakan, Indonesia merupakan pasar potensial untuk memasarkan produk properti di luar negeri termasuk Sidney, Australia.

    Global Head of Sales & Marketing Crown Group Julian Sedgwick, mengatakan, pihaknya tengah membidik kota-kota besar di Indonesia sebagai tempat peluncuran proyek Waterfall by Crown Group pada pertengahan 2017.

    “Sampai saat ini kami sudah mendapatkan minat yang sangat kuat dengan tingginya jumlah minat dan pemberian deposit dari para calon pembeli kami di Australia maupun dari luar negeri seperti Tiongkok dan Indonesia. Banyak dari mereka adalah klien setia Crown Group, sementara sebagian lagi adalah klien baru,” kata Julian dalam siaran tertulis yang diterima Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/9).

    Julian Sedgwick mengungkapkan, proyek terbaru Crown Group, Waterfall by Crown Group akan diluncurkan secara serentak di Sydney, Singapore, Shanghai, Jakarta, dan Surabaya pada pertengahan tahun 2017. Waterfall by Crown Group juga diproyeksikan sebagai salah satu konsep hunian vertikal yang mampu mendobrak batasan desain arsitektur melalui revolusi pembangunan ruang hijau dalam pembangunan hunian.

    “Kami akan tetap fokus pada Sydney, Indonesia, Singapura, Hong Kong dan Tiongkok. Kami juga akan menargetkan kota global lainnya di kemudian hari seperti AS dan Inggris,” katanya.

    Sementara itu, Julian mengatakan meskipun banyak pasar untuk berinvestasi, namun Sidney menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat baik selama lima tahun ke depan. Menurut dia, hal itu disebabkan kondisi pemerintahan Sidney yang stabil , pasar pendidikan yang kuat dan permintaan untuk perumahan yang melebihi pasokan.

    “Permintaan untuk produk kami yang ada saat ini dan akan datang di pasar lokal masih sangat kuat. Strategi penjualan kami memastikan untuk menawarkan produk kami untuk pasar lokal secara mayoritas dan pedoman kami atau "rule-of-the thumb" adalah 70% sampai 80% dijual secara lokal dan 20 sampai 30% investor asing,” katanya.

    Julian mengatakan, laju capital gain Sidney bahkan melampaui daerah lain seperti Canberra dan Hobart. “Satu tahun lalu, tingkat pertumbuhan tahunan Canberra negatif, di -0,9%, sedangkan di Hobart, peningkatan hanya 1,5%,” katanya.

    Sementara itu, perusahaan penyedia informasi, analisa properti dan layanan manajemen property-related risk di Australia dan Selandia Baru CoreLogic, menyatakan bahwa nilai hunian di Sydney meningkat 1,4% dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu, sedangkan Melbourne juga meningkat sebesar 1,5%.

    "Meskipun terjadi kecenderungan tren pertumbuhan tahunan sekarang lebih rendah dari tahun lalu, tingkat keuntungan modal tetap jauh di atas acuan dasar lainnya seperti inflasi, pertumbuhan pendapatan dan sewa, yang mendorong rasio keterjangkauan mencapai rekor tertingginya,” katanya.



    Laila Ramdhini/Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci