Potensi Penyewa Wisatawan Sasaran Utama Kondotel

Investor Kondotel umumnya membidik peluang pasar Wisatawan sebagai penyewa potensial sebagai sebagai ceruk pasar yang cukup menarik. Karena itu lokasi menjadi faktor yang sangat menentukan. Seperti yang ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 607

    view

  • Potensi Penyewa Wisatawan Sasaran Utama Kondotel

    Investor Kondotel  umumnya membidik peluang pasar Wisatawan sebagai penyewa potensial sebagai  sebagai ceruk pasar yang cukup menarik. Karena itu lokasi menjadi faktor yang sangat menentukan. Seperti yang dilakukan PT Indra Megah Makmur (IMM) yang akan membangun kondotel Aston Ciloto dengan investasi sebesa Rp180 miliar di kawasan Puncak Bogor.

    Seperti ditulis di rubrik investasi Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2016,  mengutip Direktur Utama PT Indra Megah Makmur, Indra Hidayat, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat merupakan kawasan yang mempunyai pesona pemandangan yang menarik dan masih menjadi tujuan utama wisata bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Terbukti, setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung.

    Diprediksi tahun ini mencapai 1,7 juta wisatawan. ”Seiring dengan pertumbuhan kelas menengah warga Jakar ta yang terus meningkat, tentunya terdapat kebutuhan yang semakin besar akan akomodasi yang baik.  Kami mencatat di kawasan Puncak hingga saat ini hanya terdapat sekitar 24 hotel dengan total 1.825 kamar, dan tentunya jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan wisatawan. Peluang inilah yang menjadi salah satu latar belakang dan optimisme kami untuk mengembangkan proyek Aston Ciloto,” ujar Indra.

    Dijelaskan Business Development Director PT Indra Megah Makmur Fritz Bonar Panggabean, kondotel Aston Ciloto dibangun di atas lahan seluas 12.250 m2 dengan 153 unit yang akan dikelola sebagai hotel bintang 4 oleh Archipelago International selaku hotel management. Archipelgo International merupakan operator chain hotel internasional besar di Asia Tenggara dan operator kondotel besar di Indonesia.

    Sebanyak 80 unit di antaranya dijual kepada investor dengan tawaran harga mulai dari Rp1,3 miliar sampai Rp1,5 miliar dengan ukuran mulai dari 28 m2. Fritz mengatakan, konsep di balik desain Aston Ciloto adalah perpaduan “Simplicity, Elegance and Down To Earth”. “Nilai Plus inilah yang menjadi dasar arsitektur yang didesain oleh Aboday yang merupakan konsultan arsitektur dengan pengalaman panjang serta pemenang beberapa sayembara dan berbagai award tingkat internasional,” kata Fritz.

    Lebih lanjut Fritz mengatakan, Aston Ciloto menawarkan berbagai keunggulan dari berbagai sisi sehingga menjadikannya sebagai “A Mix Of Beauty and Profit”; perpaduan properti dengan konsep dan desain yang menawarkan keuntungan investasi yang menarik. Fasilitas yang melengkapi kondotel ini antara lain: lounge, restoran & kafe, infi nity pool, tempat bermain anak; BBQ area, gym & spa, serta fasilitas MICE dengan 6 meeting room dan ballroom berkapasitas 500 orang.

    Lalu juga tersedia sebuah wedding chapel didesain khusus oleh Aboday untuk menjadi “iconic building” di kawasan Puncak. PT Indra Megah Makmur, kata Fritz, telah mengantongi lebih dari 300 commitment fee, yang menandakan animo masyarakat untuk memiliki kondotel di kawasan Puncak Bogor terbilang tinggi. ”Tingginya minat masyarakat terhadap Aston Ciloto, selain nama besar Aston di kancah perhotelan dunia, juga tidak lepas dari lokasi kawasan Puncak yang merupakan kawasan wisata dengan pemandangan yang indah yang sampai sampai saat ini sangat diminati wisatawan,” ujar Fritz.

    Sementara di Yogjakarta, Jawa Tengah, PT Citra Parama Karya (CPK) mengembangkan proyek kondotel dan boutique hotel, Jogja Wolu, yang terletak di jantung kota Yogyakarta. Marketing Manager PT Citra Parama Karya, Teguh Arief, mengatakan, sebagai kota yang dijadikan tujuan calon mahasiswa, Yogyakarta memiliki 136 unit perguruan tinggi yang memiliki beberapa kategori diantaranya akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.

    Tercatat, jumlah mahasiswa di DIY yang tersebar di berbagai perguruan tinggi mencapai lebih kurang 298.000 orang. ”Dengan letak geografis dan kera gaman budayanya, PT Citra Parama Karya menghadirkan kawasan eksklusif yang dimulai dari dipasarkannya kondotel dan boutique hotel dengan konsep VRIO (Valuable, Rare, Intimate, Organized) yang banyak dilirik kalangan investor untuk berinvestasi,” kata Teguh.

    Proyek Jogja Wolu yang dibangun di lahan seluas 7.200 m2 ini, kata Arief, terdiri dari 148 unit kondotel. Nantinya, akan segera dibangun juga 200 unit apartemen yang dilengkapi life style berbagai kuliner dengan brand ternama akan mengisi lebih kurang 48 gerai di komersial area, Cafe

    “Kondotel ini, juga dilengkapi dengan berbagai fasililtas penunjang mulai dari swimming pool, ballroom, meeting room, art class room, spa and sauna, rooftop open air resto, dan street gourmet dinner, yaitu tamu hotel akan mendapatkan free tour city dengan breakfast ataupun dinner sepanjang perjalanan bus eksklusif,” kata Arief.

    Saat ini, jelas dia, Jogja Wolu dipasarkan dengan kisaran harga jual mulai dari Rp500 jutaan sampai dengan Rp1,3 miliar per unit. Adapun tipe unit terdiri dari Room Prabu dengan luasan 42 m2, Room Patih 28 m2, Room Adipati 24,5 m2, Room Tumenggung 21 m2, dan Room Wedana 18 m2. Serah terima Jogja Wolu rencananya akan mulai berlangsung pada pertengahan tahun depan.

    Masih di Yogyakarta, PT HK Realtindo, yang merupakan anak usaha PT Hutama Karya (Persero) menjalin kerjasama dengan PT Anugerah Tri Artha, saat ini menawarkan proyek kondotel yang diberi nama H Residence Royal Bintaran yang terletak di Jl. Bintaran Kidul No. 2, sebelah Timur Keraton Yogyakarta. Berdiri di atas lahan seluas 3.420 m2, H Residence Royal Bintaran akan terdiri dari 246 unit apartemen, 144 unit kondotel premium, dan kawasan komersial yang melengkapi gedung setinggi sepuluh lantai.

    “H Residence merupakan proyek unggulan HKR. Kami senang sekali bisa turut mengembangkan kota Yogyakarta yang legendaris ini dengan salah satu proyek terbaik kami, H Residence Royal Bintaran. Proyek ini kami harap bisa menjadi ikon baru kota Yogyakarta,” ujar Muhammad Fauzan, Direktur Utama HK Realtindo.

    Ditambahkan Fauzan, konsep yang kuat dan perencanaan yang matang menjadi kekuatan H Residence Royal Bintaran sehingga cocok menjadi pilihan investasi karena potensi kenaikan harga mencapai 5%-10% per tahun. ”Proyek ini akan diselesai dibangun dan diserahterimakan kepada pembeli pada semester I/2018 mendatang,” kata Fauzan. MPI/YS. Versi Digital MPI dapat diakses melalui: http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia. atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia.

     

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci