Jangan Kuatir, Bisnis Kondotel Tetap Cerah

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2016 pada rubrik Investasi menurunkan ulasan tentang tren bisnis Kondotel. Atau kondominium yang dikelola dengan cara hotel. Disebutkan pengembang dan investor ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 247

    view

  • Jangan Kuatir, Bisnis Kondotel Tetap Cerah

    Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2016 pada rubrik Investasi menurunkan ulasan tentang tren bisnis Kondotel. Atau kondominium yang dikelola dengan cara hotel.  Disebutkan pengembang dan investor properti tetap optimis masih bahwa masih ada peluang yang bisa diraih untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di sektor ini.

     

    Pada kurun waktu 2012-2014, membeli kondotel menjadi primadona di kalangan para investor properti. Tak heran, jika saat itu banyak pengembang yang membangun kondotel di kota-kota besar di Indonesia, bak jamur di musim hujan.

    Menurut para investor, berinvestasi di kondotel, meskipun mengandung sejumlah risiko, tetap relatif lebih menguntungkan dibandingkan dengan sekadar menyimpan uang di bank. Investasi kondotel juga lebih praktis karena pemilik kondotel tidak perlu memikirkan lagi biaya operasional bulanan, perawatan, hingga mencari penyewa.

    Selain itu pemilik tetap bisa menginap dan memperoleh pelayanan yang sama dengan tamu lainnya dari pengelola. Namun kini, pembangunan kondotel tidak sebanyak beberapa tahun belakangan. Pasalnya, sama seperti sub sektor properti lainnya, kondisi perekonomian yang lesu juga memberi dampak pada bisnis kondotel.

    Bahkan, kata Vice President Coldwell Banker Commercial Indonesia Dani Indra Bhatara, kondotel relatif menjadi yang paling akhir akan membaik di saat kondisi perekonomian mulai pulih. Alhasil, meskipun kini indikasi pemulihan ekonomi mulai terasa, ekspansi bisnis kondotel masih akan terbatas.

    “Sejauh ini kita melihat kondotel belum terlalu menunjukkan kinerja yang baik. Investor tetap ada yang mau masuk karena biasanya dalam beberapa tahun pihak developer masih memberi jaminan return yang fi x sehingga sejauh ini masih ada yang jalan.  Namun, setelah periode itu selesai benar-benar tergantung pasar,” kata Dani.

    Sementara Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, “Sekarang pasarnya masih tidak terlalu banyak karena kondotel itu harus dioperasikan oleh operator hotel profesional dan mengharapkan dari peningkatan jumlah ekspatriat,” katanya.

    Kalangan pengembang, lanjut Ferry, umumnya membangun kondotel sebagai strategi untuk menarik minat investor yang memang berniat membeli properti untuk berinvestasi. Adanya operator hotel ternama yang mengelola unit-unit apartemen mereka memberi harapan adanya pengelolaan yang profesional dan lebih menjamin adanya imbal hasil.

    Beberapa pengembang yang kini aktif memasarkan kondotel tetap optimis walaupun kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih benar. Mereka yakin tetap ada peluang yang bisa diraih para investor properti untuk mendapatkan keuntungan dengan berinvestasi di kondotel. Untuk itu mereka lebih cermat melihat potensi sebuah kawasan yang cocok untuk dibangun kondotel.

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci