Kempupera Dukung Pengembangan Infrastruktur Kota Bandung

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur Kota Bandung.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 222

    view

  • Kempupera Dukung Pengembangan Infrastruktur Kota Bandung

    Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur Kota Bandung.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kempupera, Hermanto Dardak, saat menerima kunjungan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Kantor Kempupera, Jakarta.

    Menurut Hermanto, dukungan Kempupera untuk pengembangan infrastruktur Bandung diantaranya terkait kelancaran konektivitas.

    "Bandung masalah traffic-nya berat, masuk lewat Pasteur macet, lewat Pasir Koja juga macet, ini karena kapasitas jalan sudah tidak dapat menampung jumlah kendaraan," kata Hermanto dalam siaran persnya, Rabu (14/9).

    Dukungan Kempupera, lanjut dia, ditujukan untuk konektivitas disamping pemeliharan dan rehabilitasi jalan nasional di Kota Bandung, juga akan dilakukan pembangunan underpas dan flyover serta rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) Pasteur-Cileunyi-Gedebage sepanjang 27,50 kilometer.

    "Pembangunan BIUTR bertujuan untuk mengurangi tingginya tingkat kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas kawasan metropolitan Bandung," paparnya.

    Pembangunan flyover Kopo dengan biaya senilai Rp 34,2 miliar, akan dibiayai dengan pinjaman JICA Jepang direncanakan konstruksi fisik dimulai pada Tahun Anggaran (TA) 2017. "Selanjutnya, pembangunan underpass Cibiru, pembangunan flyover Moh Toha, Pasir Koja dan Nurtanio, namun usulan dari Pemerintah Kota Bandung tersebut, belum masuk dalam rencana TA 2017 Kempupera," kataHermanto.

    Disamping itu, untuk lalu lintas regional saat ini sedang dibangun jalan tol Soreang-Pasirkoja sepanjang 10,57 kilometer yang masih dalam proses konstruksi dan jalan tol Gedebage-Majalaya sepanjang 15 kilometer yang masih dalam proses pembebasan lahan serta jalan tol Purwakarta-Padalarang-Cileunyi sepanjang 64,40 kilometer yang saat ini sudah beroperasi.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan, pengembangan Kota Bandung akan diarahkan ke Timur untuk kegiatan komersial dan jasa. Sementara wilayah Tengah akan dipertahankan sebagai kawasan konservasi dan bagian Utara untuk kegiatan wisata.

    Pemkot Bandung, kata Ridwan Kamil, meminta dukungan Kempupera untuk pembangunan infrastruktur karena terkendala penganggaran pembangunan dengan dana APBD.

    "Kebutuhan untuk membangun Bandung modern dan memadai sekitar Rp 60 triliun. Namun APBD saya (Pemerintah Kota Bandung-red) hanya Rp 15 triliun untuk pembangunan, jadi saya tekor Rp 45 triliun," tuturnya.

    Beberapa usulan Pemkot Bandung kepada Kempupera diantaranya adalah pembangunan rumah susun (rusun) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Jalan Jakarta No 29 senilai Rp 50 miliar dan usulan tersebut sudah ada dalam Rencana TA 2017 Kempupera.

    Kemudian, pembangunan Rusun MBR di Cingised sebanyak dua menara, dan di Rancacili/Derwati (dua menara) yang masing-masing lokasi membutuhkan anggaran senilai Rp 100 miliar.

    Terakhir, normalisasi Sungai Cinambo, Sungai Citepus, pembangunan ground reservoir pengendali banjir dan kolam retensi di wilayah Gedebage.



    Imam Muzakir/FER

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci