Harga Tanah Kantor di Jakarta Turun! Siapa Mau Beli?

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockHarga lahan perkantoran di Jakarta turun 0,2 persen. Hal ini terungkap dalam penelitian Knight Frankss Prime Asia Development Land Index.Sebenarnya sih, penurunan tidak ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 215

    view

  • Harga Tanah Kantor di Jakarta Turun! Siapa Mau Beli?

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    Harga lahan perkantoran di Jakarta turun 0,2 persen. Hal ini terungkap dalam penelitian Knight Franks’s Prime Asia Development Land Index.

    Sebenarnya sih, penurunan tidak hanya terjadi di Jakarta saja, tetapi juga terjadi di Kuala Lumpur dan Singapura. Hal ini pun mengakibatkan pasokan (supply) tanah di kota-kota tersebut bertambah. Namun, hal serupa tidak terjadi di sejumlah kota besar di benua Asia lainnya.

    “Di Asia Tenggara, pasokan yang kuat terjadi di pasar kantor terutama di Jakarta, Kuala Lumpur, dan Singapura ketimbang pasar sewa,” tulis hasil penelitian Knight Frank seperti dilansir oleh Kompas.com.

    Bergairahnya kembali ekonomi global membuat berkurangnya permintaan sewa. Lebih spesifik lagi, penurunan pasar kantor Jakarta dan Kuala Lumpur terus dipengaruhi oleh kemerosotan sektor minyak dan industri gas.

    Baca juga: ''Kantor Terbuka'' Siap Booming di Indonesia

    Pada waktu yang bersamaan, perlambatan sektor jasa keuangan telah meredam permintaan pasar lahan kantor di Singapura. Tidak heran kalau indeks lahan kantor utama di Singapura tercatat tumbuh negatif pada semester I, 2016.

    Knight Frank juga merilis hasil penelitian soal harga perumahan di kota-kota Asia. Pasar perumahan di Jakarta terpengaruh oleh banyak faktor.

    Faktor-faktor tersebut adalah perlambatan ekonomi, upaya pemerintah dalam mengatasi penggelapan pajak, serta rendahnya keterjangkauan akibat kenaikan harga. Tidak heran kalau harga tanah hunian di Jakarta seolah tidak bergerak dan hanya tumbuh sebesar 0,7 persen.

    "Namun, jika skema amnesti pajak yang baru saja disahkan berhasil, repatriasi dana, pelonggaran moneter, serta kebijakan makro dengan menaikkan loan to value dan financing to value, bisa meningkatkan permintaan untuk pasar hunian,” tutur Knight Franks’s Prime Asia Development Land Index lebih lanjut.

    Sedangkan di Singapura, harga hunian khususnya rumah mewah mulai beranjak naik pada semester II, 2015, setelah sebelumnya sempat nyungsep lebih dari 20 persen.

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci