Pusat Turun Tangan Atasi Kemacetan Kota Bandung

Housing-Estate.com, Jakarta - Kemacetan di Kota Bandung khususnya pada setiap akhir pekan mendapat perhatian pemerintah pusat. Agar tidak semakin parah pemerintah sudah menyiapkan sejumlah rencana pembangunan ...

  • propertidata
  • 2016.09.14
  • 48

    view

  • Pusat Turun Tangan Atasi Kemacetan Kota Bandung

    Housing-Estate.com, Jakarta - Kemacetan di Kota Bandung  khususnya pada setiap akhir pekan mendapat perhatian pemerintah pusat. Agar tidak semakin parah pemerintah sudah menyiapkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di Ibukota Propinsi Jawa Barat itu. Kini selepas exit tol Pasteur, Pasir Koja, Buah Batu langsung dihadang kemacetan.

    “Kemenpupera akan mendukung infrastruktur transportasi dengan memelihara dan merehabilitasi jalan nasional. Selain itu juga akan dibangun flyover, Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), jalan tol Soreang-Pasirkoja, Gedebage-Majalaya, dan Purwakarta-Padalarang-Cileunyi,” ujar Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Hermanto Dardak,  usai menerima Walikota Bandung Ridwan Kamil di Kantor Kemenpupera Jakarta, Rabu (14/9).

    Hermanto menjelaskan pembangunan BIUTR yang menghubungkan Pasteur-Cileunyi-Gedebage sepanjang 27,5 km bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan Bandung.  BIUTR akan didukung beberapa proyek non tol yaitu fly over Kopo, underpass Cibiru, flay over Mohammad Toha, Pasir Koja, dan Nurtanio.

    Jalan tol Soreang-Pasirkoja sepanjang 10,57 km saat ini dalam proses konstruksi dan jalan tol Gedebage-Majalaya (15 km) masih pembebasan lahan. Sementara jalan tol Purwakarta-Padalarang-Cileunyi (64,4 km) sudah mulai beroperasi. Dalam kesempatan itu Ridwan Kamil meminta dukungan Kemenpupera karena untuk membangun infrastruktur pihaknya terkendala anggaran yang terbatas.

    “Kebutuhan untuk membangun Bandung modern itu Rp60 triliun, sementara APBD Kota Bandung hanya Rp45 triliun. Nantinya pengembangan Kota Bandung diarahkan ke timur untuk komersial dan jasa, sementara di tengah dipertahankan untuk kawasan konservasi, utara untuk wisata,” ujarnya.

    Ridwan juga membawa usulan pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ada tiga proyek yaitu di Jalan Jakarta senilai Rp50 miliar, dua lainnya di Cingised dan Rancacili masing-masing membutuhkan anggaran Rp100 miliar. Selain itu ada  proyek ground reservoir pengendali banjir dan kolam retensi di Gedebage.

    housing-estate.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci