Melia Hotels Buka 2.000 Kamar dalam Dua Tahun

JAKARTA Melia Hotels International menargetkan pembukaan 10 hotel baru atau menambah 2.000 kamar hotel di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Seiring dengan rencana aksi korporasi tersebut, Melia Hotels ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 420

    view

  • Melia Hotels Buka 2.000 Kamar dalam Dua Tahun

    JAKARTA – Melia Hotels International menargetkan pembukaan 10 hotel baru atau menambah 2.000 kamar hotel di Indonesia dalam dua tahun ke depan. Seiring dengan rencana aksi korporasi tersebut, Melia Hotels menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22% dari hotel-hotel di Indonesia sepanjang 2016.

    Senior Vice President Meliá Hotels International untuk kawasan Asia Pasifik Bernardo Cabot Estarellas menyebutkan, sepuluh hotel yang akan dibuka dalam dua tahun ke depan adalah Meliá Surabaya, INNSIDE Yogyakarta, Gran Meliá Bintan, Meliá Bintan, Meliá Ubud, Sol House Jimbaran, Meliá Bandung, Meliá Lombok Tangkong, dan Meliá Pekanbaru.

    “Indonesia adalah negara paling penting di Asia Pasifik bagi Meliá Hotels International, di mana kami mengelola 2.000 kamar di wilayah ini. Kami memiliki pandangan optimis untuk mencapai lebih dari 3.000 kamar dengan penambahan hotel-hotel kami yang ada di dalam pipeline,” kata Bernardo saat dihubungi Investor Daily dari Jakarta, akhir minggu lalu.

    Bernardo mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan bisnis perhotelan. Indonesia memiliki status sebagai salah satu tujuan resor terkemuka di Asia. Pemerintah telah mengakui ini dan membangun infrastruktur yang diperlukan, terutama pada transportasi udara dan darat, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi.

    Dengan meningkatnya jumlah kedatangan pengunjung asing baik wisatawan maupun pengusaha asing ke Indonesia setiap tahunnya, maka permintaan untuk hotel, hotel kondominium serta tempat konferensi dan pameran juga ikut meningkat.

    “Harapan kami adalah meningkatkan total pendapatan sebesar 15% pada akhir tahun ini, juga meningkatkan RevPAR (pendapatan per kamar yang tersedia) sebesar 15%. Akan tetapi, dengan memperhitungkan penggabungan hotel baru pada akhir tahun ini, kami berharap dapat mencapai peningkatan sebesar 22% pada total pendapatan,” katanya.

    Sementara itu, Bernardo mengatakan, kota-kota besar di Indonesia seperti Bali dan Jakarta telah mengalami gelombang besar investasi dalam beberapa tahun terakhir sehingga menyebabkan kelebihan pasokan. Menurut dia, para investor yang ingin membangun hotel di wilayah ini, perlu datang dengan konsep baru yang original dan kreatif untuk menjadi pemimpin pasar.

    Menurut dia, untuk mengantisipasi persaingan bisnis di Indonesia, pihaknya akan terus mengembangkan berbagai brand yang sesuai dengan permintaan pasar. Dia mengungkapkan, INNSIDE di Yogyakarta misalnya, akan menjadi hotel ‘bleisure’ berkat perpaduan fasilitas leisure dan bisnis. Sementara, merek Sol Hotels & Resorts akan memenuhi harapan wisatawan modern yang ingin menikmati liburan di pantai.

    “Meliá Hotels International siap untuk beradaptasi dengan pasar yang sudah jenuh ini, karena kami yakin bahwa keberadaan kami di Indonesia sudah sangat kuat. Kami juga memiliki tujuh merek yang menyesuaikan dengan kebutuhan wisatawan dari berbagai segmen. Misalnya, Sol House Bali Legian yang baru akan menjadi hotel yang diperuntukkan bagi wisatawan Millennial,” katanya.



    Laila Ramdhini/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci