The Oasis Tawarkan Yield 25% per Tahun

Cikarang - Permintaan sewa apartemen di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi dinilai terus meningkat belakangan ini. Karena itu, PT NPS selaku pengembang The Oasis, Cikarang optimistis pasar sewa apartemen ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 344

    view

  • The Oasis Tawarkan Yield 25% per Tahun

    Cikarang - Permintaan sewa apartemen di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi dinilai terus meningkat belakangan ini. Karena itu, PT NPS selaku pengembang The Oasis, Cikarang optimistis pasar sewa apartemen masih amat menguntungkan.

    "Kalau di Jakarta yield sewa apartemen 5-10% per tahun, di Cikarang termasuk apartemen kami berkisar 15-25% per tahun," jelas Supriantoro, direktur Sales and Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) kepada Investor Daily, di Cikarang, Rabu (14/9).

    Tingginya permintaan sewa tersebut terlihat dari beroperasinya sejumlah service apartment di kawasan Cikarang. Besaran harga sewa berkisar US$ 2.500-3.500 per bulan. "Kalau tarif sewa kami sekitar US$ 1.000 per bulan," paparnya.

    Menurut Supriantoro, pihaknya mendapat permintaan sewa apartemen dari salah satu perusahaan Jepang. Karena itu, pihaknya mengajak para pemilik apartemen di The Oasis untuk memanfaatkan momentum tersebut. NPS saat ini telah merampungkan satu dari tujuh menara apartemen di The Oasis.

    "Permintaan yang datang ke kami dari satu perusahaan Jepang mencapai sebanyak 80 unit," jelas dia.

    Mahogany, menara apartemen pertama The Oasis, memiliki kapasitas 620 unit dan seluruhnya telah terjual. Serah terima apartemen hak milik itu sudah dilakukan mulai Desember 2015. Saat ini, sebagian sudah dihuni oleh pembeli dan sebagian disewakan.

    "Saat ini, kami membangun apartemen kedua, yakni menara Acacia yang berkapasitas 702 unit apartemen. Acacia sudah terjual 70%," kata dia.

    Optimisme manajemen NPS juga dipicu oleh keberadaan Cikarang sebagai kawasan industri yang dihuni oleh banyak perusahaan multinasional. Saat ini, di kawasan Cikarang setidaknya terdapat 820 perusahaan dengan tak kurang dari 400 ribu pekerja. Di antara sekian banyak pekerja di kawasan itu sekitar 21 ribu adalah tenaga kerja asing (ekspatriat). “Ekspatriat terbesar masih berasal dari Jepang dan kedua terbesar dari Korea,” ujar dia.



    Edo Rusyanto/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci