Pengembang Pulau Reklamasi Nantikan Keputusan Pemerintah

Jakarta - Pasca penghentian pembangunan dan pengerjaan pembangunan (Moratorium) pulau reklamasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman di era kepemimpinan Rizal Ramli, angin segar mulai berhembus kepada ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 67

    view

  • Pengembang Pulau Reklamasi Nantikan Keputusan Pemerintah

    Jakarta - Pasca penghentian pembangunan dan pengerjaan pembangunan (Moratorium) pulau reklamasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman di era kepemimpinan Rizal Ramli, angin segar mulai berhembus kepada seluruh pengembang yang menggarap 17 pulau reklamasi. Maklum saja, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, telah menyatakan bakal mengupayakan agar mega proyek ini bisa segera dilanjutkan.

    Kabar tersebut tentunya membuat kalangan pengembang yang sudah mulai melakukan kegiatan proses pembentukan pulau atau bahkan ada juga yang sudah membangun bangunan di atas pulau, sangat berharap agar pencabutan keputusan moratorium bisa segera dilaksanakan.

    Salah satu konsultan dan Public Relations PT Muara Wisesa Samudera, Tasril Jamal, mengatakan, pihaknya sudah mencermati berbagai pemberitaan yang dilihatnya di media massa. Perkembangan yang ada saat ini, kata dia, sangat positif agar pembangunan pulau reklamasi bisa dilanjutkan.

    "Kami sendiri sangat mendukung apapun kebijakan dari pemerintah, tentu apabila proyek reklamasi ini diputuskan untuk dilanjutkan, maka kami bisa segera melakukan persiapan dan operasionalisasi perlatan untuk kelanjutan pembangunan Pulau G, intinya kita akan mengikuti ketetapan dari pemerintah," ujar Tasril, Rabu (14/9) kemarin.

    Tasril mengungkapkan, segala macam proses selama ini yang sering terjadi selama ini memang dirasakannya kurang adil dan terlihat seperti menyudutkan pembangunan Pulau G saja, sedangkan pulau-pulau yang lainnya sepertinya tidak terlalu dipermasalahkan dan dianggapnya terlalu berbau kepentingan politis.

    "Kita siap untuk menaati syarat-syarat yang akan ditetapkan oleh pemerintah baik dari segi tata ruang dan lingkungan yang ada bila proyek reklamasi ini benar bisa kembali dilanjutkan, kami sampai sekarang masih menunggu realisasi surat keputusan bersama penghemtian reklamasi itu dicabut sehingga tahapan pembentukan pulau bisa kembali dilanjutkan,” tambahnya.

    Hal serupa diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Agung Podomoro Land (APLN), Justini Omas, yang menyatakan, meski sangat berharap agar surat penghentian sementara proyek reklamasi segera dicabut, namun sampai saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat tentang keberlanjutan program reklamasi ini.

    "Pengkajian dan penataan pembangunan pulau reklamasi pasti akan mengikuti ketetapan yang diberikan oleh pemerintah, kita sedang mempelajari persyaratan teknis apa saja yang diminta oleh kementerian terkait agar pembangunan pulau reklamasi ini bisa kembali berjalan," kata Justini.

    Terkait pembangunan pulau G yang dianggap menganggu kontur permukaan laut sehingga mengurangi daya serap PLTU Muara Karang milik PLN dan semakin mempersulit nelayan untuk sandar ke tepian laut, Justini mengaku menyerahkan hal tersebut berdasarkan ketetapan pemerintah selanjutnya.

    "Sejauh ini yang kami lihat prasayarat untuk pembangunan Pulau G ini sudah kita penuhi, jika memang ada hal teknis lainnya yang perlu dirubah tentu kita akan berkonsutasi dengan tim internal dan berupaya mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan pemerintah pusat agar pembangunan pulau ini harus memperhatikan aspek lingkungan dan sosial," kata Justini.

    Saat ini, kondisi Pulau D dan Pulau G yang merupakan dua pulau yang paling di sorot publik karena keberadaannya sangat mendekati Pelabuhan Perikanan Muara Angke maupun Kawasan Elit Pantai Indah Kapuk memang masih terhenti proses pengerjaannya setelah sempat disegel baik oleh para nelayan maupun pemerintah pusat.

    Alat berat yang masih berada di atas pulau juga tempat tidak beroperasi dan tidak ada aktifitas pekerja proyek setelah keputusan moratorium reklamasi Teluk Jakarta beberapa waktu yang lalu. Bahkan di akses jembatan penghubung antara Pulau D dengan PIK juga saat ini semakin dijaga ekstra ketat dengan pengamanan dari puluhan personil petugas keamanan internal dari pihak pengembang.

    Kondisi Pulau D yang tampak terlihat sejumlah bangunan bertingkat dari kejauhan saat ini dalam kondisi kosong dan belum ada penghuninya dan di akses masuk menuju pulau sudah ada peringatan berupa tulisan dan penjagaan petugas keamanan, sedangkan di Pulau G ketika dipantau dari kapal nelayan juga terlihat pemandangan serupa. Tidak ada alat berat yang beroperasi, hanya sesekali bunyi mesin dari kapal nelayan yang lalu lalang melintasi pinggiran pulau hendak berangkat atau sandar di Pelabuhan Perikanan Muara Angke.



    Carlos Roy Fajarta/FER

    Suara Pembaruan

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci