Tiga BUMN Jalin Kerjasama Bangun Hunian Pekerja

Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu, PT PP Persero Tbk, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), menjalin kerjasama dalam melakukan pengembangan hunian bagi pekerja ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 43

    view

  • Tiga BUMN Jalin Kerjasama Bangun Hunian Pekerja

    Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu, PT PP Persero Tbk, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), menjalin kerjasama dalam melakukan pengembangan hunian bagi pekerja yang tergolong dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

    Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, ketiga BUMN tersebut melibatkan organisasi serikat pekerja seperti Konfenderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfenderasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

    "Pekerja jumlahnya sangat banyak, ini merupakan potensi untuk menyukseskan program sejuta rumah. Kerja sama dengan PT PP dan BPJS Ketenagakerjaan akan mempercepat pembangunan rumah bagi pekerja,” ungkap Direktur Utama BTN, Maryono, usai penandatanganan perjanjian kerja sama, di Jakarta, Kamis (15/9).

    Maryono menjelaskan, hal ini merupakan salah satu momentum penting dari kerjasama ini. Terlebih, kata dia, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peserta dari kalangan pekerja sangat besar. Maka, kata Maryono, diperlukan percepatan dalam pembangunan perumahan bagi pekerja yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    "Nanti yang akan membangun adalah PP, kami sebagai pembiayaan, akan membiayai konstruksinya agar cepat dibangun. Setelah konstruksi selesai kita jadikan KPR," kata Maryono.

    Mengenai permasalahan pendanaan ini, lanjut Maryono, bisa dari BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah atau dana pihak ketiga. Sumber dana tersebut nantinya akan disatukan sehingga menghasilkan dana murah.

    "Nanti akan kita blending tapi yang paling besar dari BPJS Ketenagakerjaan. Kalau blending tadi sudah disampaikan dananya bisa lebih murah apalagi ini program untuk pekerja," katanya.

    Menurut Maryono, karena dananya juga berasal dari BPJS Ketenagakerjaan maka yang berhak mengikuti program ini adalah pekerja yang sudah terdaftar menjadi peserta. Sehingga pekerja yang ada di seluruh Indonesia berhak mendapatkan program ini.

    "Untuk pekerja mana yang bisa dapat, dan mana pekerja yang tidak bisa dapat. Itu nanti ada kriterianya. Percepatan pembangunan rumahnya ini nanti ada di PT PP," ujar Maryono.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PP, Tumiyana, mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pihaknya merencanakan akan membangun hunian minimum sebanyak 100.000 unit.

    "Implementasi pengembangan hunian tersebut, PT PP akan dibantu oleh dua anak usahanya yaitu PT PP Pracetak dan PT PP Peralatan," kata Tumiyana.

    Feriawan Hidayat/Imam Muzakir/FER

    BeritaSatu.com

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci