Virtual Office Jauh lebih Murah Dibanding  Kantor Konvensional

Dari aspek harga virtual office jauh lebih murah dibandingkan dengan kantor konvensional. Itu sebabnya menjadi tren dan banyak diminati perushaan rintisan (startup). Seperti diulas dalam rubrik Monitor ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 244

    view

  • Virtual Office Jauh lebih Murah Dibanding  Kantor Konvensional

    Dari aspek harga virtual office jauh lebih murah dibandingkan dengan kantor  konvensional. Itu sebabnya menjadi tren dan banyak diminati perushaan rintisan (startup). Seperti diulas dalam rubrik “Monitor” Majalah Properti Indonesia edisi September 2016.

    Seperti diketahui  Virtual Office menyediakan jasa penyewaan bagi perusahaan berskala kecil dan menengah, dengan biaya jauh lebih murah dibandingkan kantor konvensional. Penyewaan virtual office yang memiliki berbagai variasi paket ditawarkan dengan  kisaran harga sekitar Rp6 juta hingga Rp20 juta per tahunnya.

    Bandingkan dengan ruangan kantor di pinggiran Jakarta, yang saat ini harga sewanya sekitr Rp150 ribu/m2/bulan, sedangkan di kawasan central business district (CBD) Jakarta, perkantoran premium tarif sewanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta/m2/bulan.

    Sementara biaya penyewaan ruko di Jakarta yang paling murah dibandrol dengan harga sekitar Rp70 juta per tahunnya. Anggawira mengungkapkan bahwa virtual offi ce kini memiliki peranan penting karena menghadirkan alternatif penyewaan kantor bagi berbagai industri kreatif dan UKM, serta bisnis startup yang berada di daerah, namun ingin melebarkan sayapnya di Jakarta.

    Virtual offi ce pada dasarnya telah ada sejak lama di Indonesia, khususnya di awal tahun 2000. Adanya pelarangan bangunan rumah menjadi kantor oleh Pemprov DKI juga melatarbelakangi munculnya virtual office. Selain itu, tren yang ada di era modernisasi ini juga semakin mendorong perusahaan-perusahaan untuk memilih jasa virtual offi ce, sebagaimana hal ini telah menjadi suatu fenomena yang lumrah di negara-negara lainnya, seperti Singapura.

    ”Tren ke depan itu mengerjakan apaapa tidak perlu kantor sebenarnya. Sebagai contoh, kita ke kantor, namun ketika bertemu dengan klien kita ujung-ujungnya pergi ke luar, seperti cafe. Jadi, daripada menyewa bangunan kantor yang harganya mahal, lebih baik investasi ke yang lain seperti sumber daya atau teknologi perusahaan,” kata Anggawira seraya mengatakan saat ini virtual offi ce telah menjadi ’rumah’ bagi setidaknya 50 ribu perusahaan di Indonesia. (MPI/YS). Versi digital MPI dapat diakses melalui: http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci