Mengapa Virtual Office Makin Diminati UKM dan Startup?

Virtual office kini semakin diminati khususnya kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan rintisan (startup). Selain harga sewanya lebih murah dibandingkan kantor konvensional, sistem virtual office ...

  • propertidata
  • 2016.09.15
  • 58

    view

  • Mengapa Virtual Office Makin Diminati UKM dan Startup?

    Virtual office kini semakin diminati khususnya kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan rintisan (startup).  Selain harga sewanya lebih murah dibandingkan kantor konvensional, sistem virtual office merupakan fenomena sharing economy yang menjadi tren bisnis global saat ini. Seperti yang diulas dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) di rubrik “Monitor” edisi September 2016.

    karena itu tidak mengherankan perkembangan perusahaan rintisan (startup) lokal di Indonesia sangat pesat. Startup lokal baru terus bermunculan setiap tahunnya dengan founder serta timnya yang inovatif. Dikutip dari dailysocial.net, tahun 2015 saja setidaknya tercatat lebih dari 1.500 startup lokal ada di Indonesia.

    Jumlah ini dipastikan terus meningkat pada tahun berikutnya seiring dengan pertumbuhan pengguna internet, dukungan regulasi pemerintah, serta para investor (incubator) yang semakin melirik pasar Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    Sementara tingginya populasi usia produktif di Indonesia yang tidak berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah lapangan pekerjaan, mendorong orang Indonesia  berlomba-lomba menciptakan terobosan untuk meningkatkan daya saing demi memajukan perekonomian masing-masing.

    Tidak heran semakin banyak bermunculan pelaku usaha sektor industri Usaha Kecil Menengah (UKM). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014, jumlah UKM di Indonesia sebanyak 57,89 juta unit, atau 99,99% dari total jumlah pelaku usaha nasional, dengan memberi kontribusi terhadap PBD 58,92% dan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja 97,30%. Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki pelaku industri UKM.

    Besarnya jumlah perusahaan startup dan UKM di Indonesia menjadi pasar potensial bagi perusahaan penyedia jasa virtual office. Tak heran jumlah perusahaan jasa virtual office di Indonesia juga berkembang dengan pesat dengan memberikan beraneka penawaran yang sangat dibutuhkan perusahaan startup dan UKM.

    ”Virtual offi ce sebenarnya adalah kata yang kurang tepat menurut saya. Yang lebih tepat adalah ’kantor bersama’, di mana ada satu space yang dipakai secara kolektif dan terdapat pengelola di dalamnya,” ujar Anggawira, Ketua Umum Virtual Office and Co Working Space Association Indonesia (VOACI)

    Para penyedia jasa virtual office ini menawarkan sebuah tempat sebagai ’kantor bersama’ dari beberapa perusahaan, sekaligus staf untuk melakukan pengelolaan perusahaan. Isi virtual offi ce pun bisa dibilang sama dengan kantor pada umumnya, di mana terdapat staf surat-menyurat, resepsionis, pengatur sistem domain perusahaan, staf yang membalas email, dan sebagainya.

    Yang membedakan hanyalah ruangan dan alamat fisik yang dipakai bersama oleh perusahaan-perusahaan yang meregistrasikan dirinya dalam vir tual office.”Perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasa virtual offi ce mencantumkan alamat fisik virtual offi ce sebagai alamat kantor, karena virtual offi ce adalah ’kantor bersama’,” kata Anggawira. MPI/YS. Versi digital Majalah properti Indonesia dapat diakses melalu link berikut ini: http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia.

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci