PP, BPJS, dan BTN Bangun Rumah Pekerja

JAKARTA-PT PP Persero Tbk dan BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengembangkan sejumlah hunian bagi pekerja yang tergolong dalam masyarakat berpenghasilan rendah ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 859

    view

  • PP, BPJS, dan BTN Bangun Rumah Pekerja

    JAKARTA-PT PP Persero Tbk dan BPJS Ketenagakerjaan bekerjasama dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengembangkan sejumlah hunian bagi pekerja yang tergolong dalam masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rumah yang dibangun dari kerja sama itu tersebar di seluruh Indonesia.

    Untuk mewujudkan kerja sama tersebut ikut juga dilibatkan organisasi serikat pekerja seperti Konfenderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfenderasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).

    “Pekerja jumlahnya sangat banyak, ini merupakan potensi untuk menyukseskan program sejuta rumah. Kerja sama dengan PT PP dan BPJS Ketenagakerjaan akan mempercepat pembangunan rumah bagi pekerja,” ungkap Direktur Utama BTN Maryono, usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara BTN, PTPP, BPJS Ketenagakerjaan dengan KSPSI, di Jakarta, Kamis (15/9).

    Maryono menjelaskan, kerja sama ini merupakan salah satu momentum penting karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki peserta dari kalangan pekerja sangat besar. Kini, diperlukan percepatan dalam pembangunan perumahan bagi pekerja yang tergolong MBR. “Nanti yang membangun adalah PP, kami yang membiayai konstruksinya agar cepat dibangun. Setelah konstruksi selesai kita jadikan KPR,” kata Maryono.

    Mengenai permasalahan pendanaan ini, lanjut Maryono, bisa dari BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah atau dana pihak ketiga. Sumber dana tersebut nantinya akan disatukan sehingga menghasilkan dana murah. “Nanti akan kita blending tapi yang paling besar dari BPJS Ketenagakerjaan. Kalau blending tadi sudah disampaikan dananya bisa lebih murah apalagi ini program untuk pekerja,” katanya.

    Menurut Maryono, karena dananya juga berasal dari BPJS Ketenagakerjaan, mereka yang berhak mengikuti program ini adalah pekerja yang sudah terdaftar menjadi peserta. “Nanti ada kriterianya, sedangkan percepatan pembangunan rumahnya ada di PT PP,” ujar Maryono.

    Dalam kesempatan yang sama,Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, pihaknya berencana membangun hunian minimum sebanyak 100.000 unit. “Implementasi pengembangan hunian tersebut, PT PP akan dibantu oleh dua anak usahanya yaitu PT PP Pracetak dan PT PP Peralatan,” kata Tumiyana.

    Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menambahkan, pihaknya mendukung penuh program pengembangan perumahan untuk pekerja. Program tersebut merupakan salah satu prioritas kerja dari BPJS. “Jadi apa yg akan digagas oleh PT PP dan juga kita kerjasama dengan BTN ini merupakan sinergi yang luar biasa yang akan kita implementasikan kemudian hari,” ujarnya.

    Ketua Umum KSPSI Andi Gani menyambut baik kerja sama ini. Dia berharap, kerja sama ini bisa segera diimplementasikan di berbagai daerah. “Anggota kami masih banyak yang belum memiliki rumah. Kerja sama ini bisa menjadi solusi,” paparnya. (imm)



    Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci