Pasar Properti Depok Masih Menjanjikan

JAKARTA-Depok sebagai kota penyangga ibukota Jakarta memiliki infrastrukur yang lengkap sehingga menjadi incaran investasi dan bisnis properti. Sejumlah pengembang berlomba membangun hunian vertikal kota ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 592

    view

  • Pasar Properti Depok Masih Menjanjikan

     

    JAKARTA-Depok sebagai kota penyangga ibukota Jakarta memiliki infrastrukur yang lengkap sehingga menjadi incaran investasi dan bisnis properti. Sejumlah pengembang berlomba membangun hunian vertikal kota tetangga Jakarta itu.

    Selain itu, Depok yang dikenal dengan kota Belimbing ini memiliki universitas terkenal seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, dan Universitas Pancasila.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Project Director PT Graha Loka Pangestu (GLP) I Wayan Ekadiana, President Director PT Diamond Land Development Adam Bilfaqih dan Direktur Utama PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat. Merekasaat ditemui secara terpisah, di Jakarta, baru baru ini.

    I Wayan Ekadiana mengatakan, salah satu daya tarik Depok sehingga menjadi incaran para pengembang adalah lokasinya yang strategis, terutama di kawasan jalan Margonda Raya. Kawasan ini berdekatan dengan sejumlah kampus. Bahkan, salah satu kampus memiliki 12 ribu mahasiswa sehingga menjadi peluang investasi yang menarik. “Tentu ini peluang bagi kami untuk membangun apartemen yang menarik dan unik dengan hunian lain. Kami membangun apartemen Adihgrya Pangestu yang dikhususkan untuk wanita,” kata dia.

    Kebutuhan atau demand di kawasan Margonda untuk hunian vertikal masih sangat besar. Bahkan, ekonomi kawasan ini tumbuh karena banyaknya mahasiswa dan mahasiswi.

    Menurut dia, dari hasil survai dan data Pemkot Depok bahwa mayoritas penduduk di kota Depok 60% adalah wanita. Selain itu, di kampus sekitar Depok kaum wanita jumlahnya lebih besar. “Jadi ini menjadi peluang besar buat properti kami,” kata dia.

    Karena itu, lanjut dia, proyek apartemen yang dibangun di kawasan Margonda dan dekat dengan stasiun Kampus UI tersebut, dalam waktu cepat sudah terjual 40%. Apartemen itu memiliki kapasitas total 551 unit yang ditawarkan dengan harga Rp 21,5 juta per meter persegi (m2). “Memang harga unit kami lebih mahal dibandingkan dengan apartemen lain di kawasan Depok, karena memiliki konsep yang berbeda dan akses strategis,” kata dia.

    Sementara itu, Adam Bilfaqih mengakui Depok masih menjadi salah satu tujuan investasi properti yang menjanjikan terutama untuk hunian baik tapak maupun apartemen. Beberapa produk properti yang diluncurkan di Depok mendapat sambutan dari pasar cukup besar.

    Menurut dia, Diamond Amara Avenue (Dave Apartment) yang sedang dikembangkan pihaknya fokus memenuhi kebutuhan segmentasi mahasiswa. Unit-unit Dave Apartment dibuat dengan ceiling tinggi dan konsep mezzanine yang multi-fungsi. “Semenjak diluncurkan pada Mei 2015 lalu, penjualan unit-unit Dave Apartment telah mencapai angka 50 % dari total keseluruhan unit yang tersedia,” kata dia.

    Bagi Taufik Hidayat, properti yang menyasar mahasiswa, keluarga mahasiswa dan investor yang getol berinvestasi untuk disewakan kembali di kawasan Depok kian menggeliat.

    Apalagi sebagai satu wilayah yang perbatasan langsung dengan Jakarta Selatan, Depok turut kecipratan hoki dari banyaknya pergerakan menuju ibu kota. Apalagi Depok dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan terbesar di Indonesia.

    “Kawasan Depok sangat menjanjikan. Karena itu, kami menyiapkan proyek properti yang membidik segmen mahasiswa. Langkah ini merupakan inovasi strategis yang diambil perseroan untuk tetap unggul dalam kompetisi bisnis properti,” katanya. (imm)



    Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci