Judesa, Jembatan Prefabrikasi Atasi Kesulitan di Medan Ekstrem

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Banyaknya jembatan ambruk yang berdampak pada terganggunya mobilitas warga termasuk sulitnya anak-anak berangkat ke sekolah mendorong Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Balitbang Pusjatan) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) berinovasi membuat jembatan yang cepat dan mudah diaplikasikan. Balitbang Pusjatan mengembangkan teknologi pembangunan jembatan yang mudah dengan sistem bongkar-pasang (knock down).

Pembukaan Jembatan Judesa

Pembukaan Jembatan Judesa

Jembatan ini dinamakan Jembatan Untuk Desa (Judesa) yang dibuat menggunakan metode konstruksi satu arah atau dari satu sisi. Menurut Kepala Balitbang Kemenpupera Waskito Pandu, dengan metode ini akan mempermudah pembangunan jembatan karena mengurangi pengangkutan material di sisi satunya sehingga sangat cocok digunakan untuk pembukaan jalur perintis.

“Material Judesa merupakan hasil pabrikasi yang dapat disiapkan terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi. Metode seperti ini bisa menjadi solusi untuk menjangkau area yang sulit karena lebih fleksibel dan ekonomis,” ujarnya saat meresmikan proyek percontohan Judesa di Desa Cihawuk dan Cibeureum, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/4).

Banyak kawasan di Indonesia yang mirip seperti di Desa Cihawuk dan Cibeureum ini yang memiliki topografi berada di wilayah lereng gunung sehingga untuk pembangunan jembatan menjadi semakin kompleks dan akan menyulitkan untuk penyediaan materialnya. Dengan produk Judesa ini pembuatan jembatan akan menjadi lebih mudah dengan waktu pengerjaan yang lebih cepat karena Judesa dibuat dengan sistem modular.

Proyek percontohan Judesa ini memiliki panjang 42 meter dan lebar 1,8 meter untuk dilalui pejalan kaki dan kenndaraan bermotor roda dua. Biaya untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp370 juta yang dikerjakan selama dua bulan secara swadaya dengan masyarakat setempat. Menurut Pandu, Judesa ini merupakan yang pertama dibangun di tempat ini secara nasional, ia juga berharap Judesa dapat dibangun oleh pemerintah daerah di banyak tempat untuk kesejahteraan warganya.

“Pemilihan lokasi pembangunan Judesa di daerah ini karena lokasinya yang cukup ekstrim dan manfaatnya yang maksimal karena bisa menghubungkan empat desa dengan jumlah penduduk sebanyak 20 ribu KK. Saat ini PT Amarta Karya sudah menjadi pihak ketiga yang membeli lisensi Judesa, pemda juga bisa menggandeng perusahaan untuk program CSR memasang Judesa di daerahnya,” tandasnya.

 

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me