Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Ditingkatkan Demi Membiayai Rumah Pekerja

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockBPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan PT PP Persero, BTN, dan KSPSI berencana membangun 100 ribu unit rumah tapak di kawasan sektor industri. Pembangunan perumahan pekerja ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 591

    view

  • Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Ditingkatkan Demi Membiayai Rumah Pekerja

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan PT PP Persero, BTN, dan KSPSI berencana membangun 100 ribu unit rumah tapak di kawasan sektor industri. Pembangunan perumahan pekerja ini sekaligus membantu program sejuta rumah Presiden Joko Widodo.

    Selain melayani program Jaminan Hari Tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan kematian, BPJS juga menambah program rumah untuk pekerja.

    Hal tersebut sesuai aturan PP No. 99 Tahun 2013 tentang pengelolaan aset jaminan sosial ketenagakerjaan agar dapat meningkatkan investasi berupa tanah, bangunan, atau tanah dengan bangunan seluruhnya, dari paling tinggi 5 persen menjadi paling tinggi 30 persen. Juga tertuang pada PP No. 55 Tahun 2015.

    Dana BPJS TK (tenaga kerja) bersumber dari iuran para jutaan pekerja sehingga dana yang terkumpul mencapai triliunan rupiah. Melalui regulasi PP, pemerintah meningkatkan penggunaan dana investasi BPJS TK untuk pembiayaan perumahan sebesar 30 persen. Angka yang sudah masuk menjadi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp110 triliun.

    "Rp110 triliun sudah masuk SBN. Sebanyak 90 pesen kami lebih banyak berelasi dengan pemerintah," kata Dirut BPJS TK, Agus Susanto, Kamis (15/9).

    Baca juga: BPJS Ajak Investor Pihak Ketiga Bangun Rumah Pekerja

    Sebanyak 47 persen atau Rp240 triliun dari total dana investasi perseroan saat ini masuk pada SBN. Lalu, besaran dana sebesar Rp210 triliun BPJS telah menginvestasikan kepada pemerintah.

    Soal investasi dana kelola pekerja, 18-22 persen akan masuk saham dan obligasi, 44-48 persen ke deposito, 28-32 persen sisanya dikontribusikan ke reksa dana, properti, dan penyertaan modal.‎ Khusus untuk sektor properti atau perumahan baru, hanya maksimal 5%.

    Lebih lanjut, Agus menyebutkan, investasi untuk reksa dana pada segmen perumahan sebanyak 5,9-20 persen. Menurutnya, investasi tersebut tidak dialihkan keseluruhan ke reksadana.

    "Alokasi investasi untuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) 5,9 persen per tahun, maksimal 20 persen something-lah karena kita belum menghitung alokasi pada RDPT," ucapnya.

    BPJS TK masih menunggu aturan regulasi untuk menyesuaikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang sedang digodok. Sebab, BPJS tak dapat menjalankan pendanaan pada sektor perumahan pekerja.

    "Kami membutuhkan regulasi payung hukum Permenaker. Kami sudah bicarakan itu kepada Pak Menteri, katanya sih secepatnya akan diteken. Karena kami selama ini terkunci pada Permenaker. Salah-satunya peraturan untuk menjalankan pendanaan kepada perumahan pekerja, kami harus ada payung hukum," ujarnya menjelaskan. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci