Penjualan Properti di Indonesia Turun 25 Persen

Big Banner

Pergerakan pasar properti di Indonesia sekarang sedang melambat. Bahkan menurut Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy, penjualan properti nasional menurun hingga 25 persen dibandingkan dengan tiga tahun lalu.  

“Sampai sekarang masih slow, kalau di daerah, penurunan penjualan sampai 25 persen,” ujar Eddy Hussy, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Penurunan penjualan properti tersebut mulai terjadi semenjak pemerintah menerapkan kebijakan Loan to Value (LTV) untuk memperketat kredit rumah sehingga menyulitkan masyarakat terutama yang membutuhkan rumah pertamanya. 

Untuk itu, Eddy Hussy menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang aturan LTV tersebut. Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah mempermudah berbagai jenis perizinan yang memberatkan para pengembang.  

“Pemerintah sudah pernah menyebutkan akan mempermudah dari 42 perizinan itu menjadi delapan perizinan, tapi belum tahu,” ujarnya.  

Selain membahas LTV dan perizinan, Eddy juga mengusulkan agar pemerintah memberikan izin kepemilikan properti bagi warga negara asing sehingga WNA bisa membeli properti di Indonesia, khususnya untuk hunian vertikal. Dengan demikian, tak hanya industri properti menjadi naik, tetapi penerimaan pajak negara juga bertambah.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me