Megakarya Propertyndo Fokus Dukung Hunian MBR

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockChief of External Finance Officer (CEFO)Megakarya Propertyndo, Yani Indra Buana, menanggapi positif Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII, yakni tentang perumahan untuk masyarakat ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 570

    view

  • Megakarya Propertyndo Fokus Dukung Hunian MBR

    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

     

    Chief of External Finance Officer (CEFO) Megakarya Propertyndo, Yani Indra Buana, menanggapi positif Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIII, yakni tentang perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Budi Hartono, mengatakan, paket kebijakan tersebut dikeluarkan dalam rangka menurunkan tingkat backlog hunian. Menurutnya, saat ini backlog hunian masih berada di angka 11,4 juta.

    "Pemerintah kini terus berupaya masuk ke tengah-tengah masyarakat, di mana backlog perumahannya 11,4 (juta unit)," kata Budi di acara talkshow “Penyaluran Kredit Perumahan” yang diselenggarakan oleh rumah123.com di Balai Kartini, Sabtu (10/9).

    “Dengan paket kebijakan itu, perizinan pembangunan rumah MBR yang saat ini mencapai 33 izin dan tahapan disederhanakan menjadi 11 izin dan rekomendasi,” kata Budi.

    "Kalau itu (perizinan) terlaksana, itu sangat mendukung kami,” kata Yani.

    Yani menjelaskan, hingga saat ini biaya perizinan masih mencapai 5-7 persen dari total keseluruhan biaya yang dikeluarkan pengembang.

    Baca juga: BPJS Ajak Investor Pihak Ketiga Bangun Rumah Pekerja

    Menurutnya, jika biaya tersebut dapat dikurangi, serta waktu pengurusannya dapat dipercepat, maka angka backlog di Indonesia bisa berangsur-angsur turun. Bagi pengembang pun, kebijakan ini dapat memberikan peluang untuk menggenjot pasar properti, terutama pasar kelas menengah ke bawah.

    Jadi, apa yang disampaikan Yani sejalan dengan tujuan dari pembuatan paket kebijakan tersebut. Menurut Budi, salah satu tujuannya adalah untuk memudahkan pengembang dalam menjalankan perannya sebagai penyedia properti bagi masyarakat.

    Budi mengatakan, pemangkasan perizinan juga akan mengurangi waktu pembangunan hunian MBR. Selama ini, perizinan pembangunan hunian MBR memang makan waktu lama.

    “Pengembang selalu mengatakan kesulitannya adalah lahan dan perizinan,” ujar Budi. "Dengan penyederhanaan perizinan, pembangunan rumah MBR dapat dipercepat," katanya menambahkan.

    Baca juga: Agar Dibantu Beli Rumah oleh BPJS, Pekerja Tak Boleh Nunggak Iuran

    Megakarya Propertyndo, menurut Yani, mendukung percepatan pembangunan hunian MBR. Juga konsisten untuk main di level menengah ke bawah.

    "Di Megakarya Propertyndo sendiri, kami masih konsisten untuk main di level menengah ke bawah," kata Yani. “Karena hanya di level menengah ke bawah ini yang masih bisa ‘hidup’," katanya lagi.

    Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kelas menengah ke bawah di daerah Jabodetabek saat ini, Megakarya Propertyndo turut menghadirkan hunian dengan harga terjangkau lewat proyek-proyeknya, yaitu Bintaro Pavilion, Jakarta Pavilion, Ciputat Resort Apartment, dan Wanakerta Residence.

    Bintaro Pavilion merupakan peraih “Top 3 Most Recommended Apartment Project” di ajang penghargaan Consumer Choice Award (CCA) 2015 dari rumah123.com.

    Bintaro Pavilion menawarkan lokasi strategis di wilayah “sabuk” Jakarta dan hanya 10 menit dari akses tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR).

     

     

     

     

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait