BPJS Ajak Investor Pihak Ketiga Bangun Rumah Pekerja

Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStockBPJS Ketenagakerjaan, PT PP Persero, BTN, dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menandatanganiMoU di Auditorium Wisma Subiyanto PT PP Persero, Kamis ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 525

    view

  • BPJS Ajak Investor Pihak Ketiga Bangun Rumah Pekerja



    Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

    BPJS Ketenagakerjaan, PT PP Persero, BTN, dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menandatangani MoU di Auditorium Wisma Subiyanto PT PP Persero, Kamis (15/9).

    Keempat instansi tersebut berkomitmen membangun 100 ribu unit hunian bagi pekerja. BPJS selaku investor dalam hal ini akan menggunakan tiga skema.

    "Ada skema pendanaan dari perbankan, ada kredit murah kepada para pekerja, dan skema investasi langsung dari BPJS. Bisa juga melalui pasar modal," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

    BPJS mengajak para investor pihak ketiga untuk berinvestasi mendukung pengembangan rumah pekerja.

    "Kami mengajak teman-teman yang di pasar modal untuk membuat suatu alternatif instrumen investasi guna mendukung pengembangan pekerja," katanya.

    Baca juga: DP Hanya 1 Persen dan Bantuan Rp4 Juta untuk Rumah MBR

    Sedangkan Dirut BTN, Maryono, menjelaskan, BTN berfungsi untuk pembiayaan, konstruksi dikerjakan oleh PT PP Pracetak dan PT PP Peralatan. Kemudian, saat konstruksi rumah selesai akan beralih menjadi KPR.

    "Kami sebagai pembiaya akan membiayai konstruksi untuk percepatan pembangunan. Kemudian, kami jadikan KPR. Lalu, dananya bisa dari BPJS, pemerintah, atau pihak ketiga. Tetapi, dana yang paling besar pastinya dari BPJS," ujarnya,

    Penentuan kredit dan uang muka, lanjutnya, menjadi tupoksi BPJS. Begitu pula dengan seleksi pekerja yang berhak membeli rumah tersebut.

    Sasaran manfaat layanan tambahan perumahan dari BPJS menyasar dua segmen. Pertama, segmen rumah pekerja dengan penghasilan Rp5,7 juta hingga Rp10 juta. Kedua, segmen Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan gaji kurang dari Rp5,7 juta.

    "Pembangunan rumah untuk pekerja ini tidak hanya di Jakarta saja, tetapi secara nasional juga," kata Maryono. (Wit)

    rumah123.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci