Aplikasi Penginapan Murah Dapat Menjadi Ancam Perhotelan ?

Populernya startup yang membawa model bisnis konsep sharing, tentunya bisa mengganggu tatanan bisnis dengan konsep konvensional. Konsep berbagi dalam aplikasi penginapan murah yang ditawarkan Airbnb, boleh ...

  • propertidata
  • 2016.09.16
  • 718

    view

  • Aplikasi Penginapan Murah Dapat Menjadi Ancam Perhotelan ?

    Populernya startup yang membawa model bisnis konsep sharing, tentunya bisa mengganggu tatanan bisnis dengan konsep konvensional. Konsep berbagi dalam aplikasi penginapan murah yang ditawarkan Airbnb, boleh jadi akan menjadi pesiang kat bagi perhotelan.

    Seperti diulas Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2016, di rubrik teknologi bahwa  pada mulanya, Airbnb memang menyasar para pelancong dengan bujet terbatas. Lama-lama banyak kamar dengan kualitas dan fasilitas bersaing dengan kamar-kamar hotel mewah dan harganya tetap lebih murah. Maka para pelancong berbujet tinggi sekalipun tertarik memesan kamar di situs tersebut.

    Artinya, Airbnb pun sudah masuk ke pasar yang harusnya diraup hotel. Jika kiprahnya di tanah air makin meluas, tak menutup kemungkinan layanan ini juga bakal diprotes para pemilik penginapan dan hotel resmi. Padahal, sekali lagi, Airbnb adalah layanan penginapan tanpa satupun aset properti.

    Bali diprediksi menjadi salah satu daerah dengan dampak terbesar yang terganggu bisnis persewaan kamar ini. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani membeberkan data, permintaan sewa hotel menurun hingga 35 persen. Indikasi utamanya banyak vila yang dimiliki individual dan disewakan me-lalui Airbnb. Dengan harga yang lebih murah dan kemudahan menggunakan aplikasi Airbnb menjanjikan potensi mengganggu yang besar.

    “Demand turun hingga 35%. Mungkin banyak vila yang dimiliki individual dan disewakan melalui Airbnb. Sejak tahun 2010, terjadi penurunan yang signifikan di Bali. Angkanya belum jelas karena kamar hotel juga terus bertambah,” ujar Hariyadi.

    Meski prediksi tergerusnya pasar sudah terlihat, namun hotel mewah tidak takut pada ekspansi aplikasi sharing kamar ini. Bisnis perhotelan mewah diklaim aman dari disrupsi layanan sewa tempat online Airbnb. Hal tersebut ditegaskan oleh Muhamad Haryo Yunianto, Direktur Utama PT Patra Jasa, yang membawahi Patra Jasa Bali Resort & Villas di kawasan Kuta, Bali.

    “Airbnb punya pasar sendiri, lebih untuk generasi Y. Tapi aplikasi semacam itu masih dipertanyakan sustainability-nya. Saat ini tidak ada dampaknya ke Patra Jasa Bali,” kata Dia kepada Kompas.com.

    Menurut Haryo, pengguna layanan Airbnb belum mencapai 1 persen dari total pengguna layanan hotel dan sewa tempat lainnya di Bali.

    “Tapi memang bagaimanapun industri tetap harus bersiap dengan perubahan ke arah inovasi teknologi seiring demand masyarakat. Jangan sampai terlambat, sehingga terjadi ‘perang’ seperti transportasi online,” pungkasnya.

    Pendapat Haryo ini diperkuat oleh hasil riset Goldman Sachs Group Inc yang menyatakan bahwa banyak pengguna Airbnb enggan jadi pengguna loyal setelah penggunakan aplikasi ini. MPI/ MRR. MPI versi Digital dapat diakses melalui : http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci