Hunian Vertikal Laku Keras Selama Triwulan I-2015

Big Banner

WE Online, Jakarta – Berdasarkan riset Jones Lang LaSalle (JLL) penjualan hunian perumahan di Jakarta pada triwulan pertama mencapai 4.600 unit, angka tersebut meningkat dibandingkan penjualan pada triwulan IV pada 2014 yaitu sekitar 3.900 unit.

“Angka 4.600 unit ditunjang oleh kepercayaan dari kelas menegah ke atas, terutama untuk hunian vertikal,” kata Direktur Konsultasi Strategi Suherman Herully JLL melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Peningkatan tersebut juga menunjukkan sektor hunian masih dianggap instrumen investasi menarik oleh pasar pembeli properti pada awal 2015. Meskipun dibayangi kondisi makro ekonomi yang bergerak lamban, pasokan hunian perumahan ini mencapai kurang lebih 56 ribu unit hingga 2018, pasokan itu pun banyak diperuntukkan bagi kaum menengah.

Peningkatan penjualan hunian perumahan itu tidak serta merta membuat harganya di pasaran naik, hasil riset JLL menunjukkan tidak ada kenaikan harga hunian perumahan pada tiga bulan terakhir pada semua segmen hunian.

Sementara itu, hunian ritel pada triwulan I ini, mencapai 93 persen dan tidak mengalami perbedaan signifikan terhadap tingkat hunian ritel pada triwulan IV 2014.

“Pada triwulan pertama ini, tidak akan ada pasokan baru di pasar hunian retail, akibat moratorium dari pembangunan pusat perbelanjaan hingga 2018,” kata dia.

Moratorium itu menyebabkan meningkatnya kompetisi antar tenan yang mencari lokasi di beberapa pusat perbelanjaan kelas atas maupun menengah. Hunian retail pada triwulan I 2015 ini masih di dominasi oleh tenant makanan dan minuman, serta mini anchor fashion.

Sementara itu, harga hunian retai naik hingga 3,7 persen. Secara keselurahn awal tahun, pasar properti mengalami perlambatan dan diperkirakan perlambatan tersebut terjadi hingg pertengahan tahun, namun antusiasme dari investor lokal dan asing masih cukup baik. (Ant)

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me