Jurus Merajut Koridor Timur Jakarta (2-Habis)

Konsep APM yang ditawarkan Lippo Cikarang menjadi cikal bakal transportasi masa depan. Moda transportasi masa depan di Koridor Timur Jakarta tersebut akan menghubungkan tujuh kawasan industri di Bekasi, ...

  • propertidata
  • 2016.09.17
  • 1082

    view

  • Jurus Merajut Koridor Timur Jakarta (2-Habis)

    Konsep APM yang ditawarkan Lippo Cikarang menjadi cikal bakal transportasi masa depan. Moda transportasi masa depan di Koridor Timur Jakarta tersebut akan menghubungkan tujuh kawasan industri di Bekasi, yang di dalamnya termasuk kota mandiri Lippo Cikarang dengan proyek besar Orange County.

    Moda transportasi itu direncanakan terdiri atas dua jalur, yaitu North-South Line sebagai tahap pertama yang pembangunannya akan dimulai dari Stasiun KA Cikarang melewati Jababeka, menuju Orange County-Lippo Cikarang-East Jakarta Industrial Park (EJIP).

    Sedangkan tahap berikutnya adalah West-East Line, yang akan membentang dari kawasan industri Bekasi hingga Karawang. Pertemuan kedua jalur tersebut direncanakan berada di Orange County, Lippo Cikarang.

    Ke depan, APM direncanakan terhubung dengan jalur Light Rail Transit (LRT) Cawang-Bekasi Timur, yang memungkinkan aksesibilitas menuju dan dari Koridor Timur Jakarta lebih mudah.

    “Konsep APM yang ditawarkan Lippo Cikarang sama dengan pikiran kami dalam mengintegrasikan transportasi massal di kawasan Jabodetabek. Kami memperkirakan APM membutuhkan investasi sekitar US$ 300 juta,” ujar Direktur Perencanaan & Pengembangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Suharto, kepada Investor Daily,seusai diskusi di Jakarta, Selasa (13/9).

    Dia bahkan menegaskan bahwa konsep APM yang diusulkan Lippo Cikarang akan dimasukkan dalam master plan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek. BPTJ dan Lippo Cikarang punya pemikiran yang sama. “Konsep APM akan kami masukkan dalam master plan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek," katanya.

    Dia menambahkan, konsep transportasi yang terintegrasi itu akan membantu pergerakan orang di Jabodetabek. Pihaknya menargetkan penggunaan angkutan umum massal mencapai 60% dari total pergerakan orang di kawasan tersebut.
    Perkiraan investasi itu jauh lebih murah dibandingkan konsep serupa yang dilakukan Jepang dalam mengintegrasikan kota Yokohama. Researcher Japan Transportation Planning Association (JTPA) Yoshio Hiro, mengatakan, di Yokohama investasi yang dihabiskan mencapai US$ 500 juta. “Di Indonesia investasinya bisa lebih murah karena biaya konstruksinya tidak semahal Jepang,” kata dia, di dalam diskusi yang sama.

    Pastinya, tegas dia, konsep APM yang ditawarkan Lippo Cikarang sangat dibutuhkan bagi pengembangan kawasan. Dia melihat kawasan Cikarang sangat strategis, terlebih di kawasan ini terdapat banyak perusahaan Jepang mendirikan pabrik. Selain perusahaan otomotif, perusahaan elektronik juga banyak.

    Pentingnya mengintegrasikan transportasi di Koridor Timur Jakarta tak terlepas dari peran kawasan itu dalam perekonomian wilayah maupun nasional. Di mata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, pengintegrasian transportasi juga ikut mendorong kelancaran angkutan orang dan barang yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Lantas, kapan mulai digulirkan pembangunannya?

    “Studi kelayakan APM kami harapkan rampung dalam dua atau tiga bulan dari sekarang,” ujar Stanley Ang.

    Bila semua rencana berjalan mulus, bukan mustahil pengintegrasian itu dapat terwujud pada 2020. Kita tunggu saja.



    Edo Rusyanto/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci