Kondotel Perumnas Terganjal Perizinan

Big Banner

Jakarta – Rencana Perum Perumnas membangun kondominum hotel di kawasan Surapati Bandung, Jawa Barat masih terganjal perizinan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sementara itu, Perumnas juga berniat membangun beberapa menara rumah susun sederhana hak milik (rusunami) di Bandung.

“Memang lahan kami di bandung cukup strategis. Rencananya kami mau membangun properti komersial, ada apartemen dan kondotel. Sampai sekarang kami masih menunggu keluarnya perizinan dari Pemda Bandung,” kata Direktur Utama Perum Perurmnas, Himawan Arief Sugoto, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.

Dia mengatakan, lahan yang berada di kawasan Surapati Bandung tersebut memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi (m2). Semula, kata dia, di atas lahan yang berada di perkotaan tersebut berdiri kantor Perumnas.

Direktur Pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir pernah mengatakan, pembangunan tempat komersial dengan investasi mencapai Rp350 miliar ini masih terganjal soal perizinan yang belum keluar.

Menurut dia, di atas lahan itu akan dibangun kondotel sebanyak 225 unit. Selain kondotel, jelasnya, juga akan dibangun tempat komersial dan lifestyle. Sedangkan untuk rumah susun sederhana hak milik (rusunami), Perumnas akan membangun tiga menara dengan total unit mencapai 4.500 unit dengan lahan yang akan digarap mencapai 9.000 meter persegi. “Mudah-mudahan kedua proyek ini bisa pada tahun yang sama,” kata dia.

Sementara itu, saat ini, Perumnas melalui anak usahanya, PT Propernas Griya Utama (PGU) membangun proyek mixed use building Sentraland Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tersebut ditargetkan sudah bisa beroperasi pada pertengahan tahun 2016.

“Kami targetkan proyek ini kontruksinya sesuai rencana, jadi pada pertenghan tahun 2016 nanti kita sudah serah terima apartemen dan sarana pendukung lainnya,” kata Himawan Arief Sugoto.

Dia menjelaskan, proyek komersial Sentraland Semarang berdiri diatas lahan seluas 6,7 hektare (ha). Proyek ini terdiri atas perkantoran, apartemen, kondotel, dan sarana komersial lainnya. Perumnas membidik segmen menengah atas di Semarang.

Himawan mengatakan, Sentraland Semarang ini merupakan terobosan bisnis Perumnas guna menyasar pasar kalangan menengah atas. Hal ini selaras dengan pesatnya pertumbuhan pasar properti khususnya di kota Semarang yang pertumbuhan ekonominya sudah mencapai 10-12 persen per tahun. Kota ini juga termarsuk dari 20 kota terbaik untuk berbisnis.

“Kami optimistis Sentraland Semarang bakal diterima pasar di Semarang mengingat kebutuhan hunian di Semarang cukup tinggi,” kata dia.

Sentraland Semarang ini merupakan proyek komersial pertama yang dibangun Perumnas melalui anak usahanya. Kini, katanya, terdapat 27 proyek strategis yang dikembangkan oleh perusahaan properti pelat merah itu. Beberapa proyek yang memakai merek Sentraland adalah Sentraland Pontianak, Sentraland Surabaya, dan Sentraland Bandung.

Ke- 27 proyek strategis Perumnas tersebut dibangun mulai tahun 2014. Proyek strategis yang akan dikembangkan di beberapa kota besar di Indonesia tersebut diperkirakan bakal menelan investasi berkisar Rp 10 triliun hingga Rp 12 triliun.

“Proyek-proyek itu tersebar di beberapa wilayah dan pengembangannya diperkirakan berjalan selama 3-4 tahun kedepan,” ujar dia.

 

Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com