Lahan Jalan Tol Akan Dibebaskan Dulu Oleh Pemerintah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah akan menggunakan cara baru untuk merealisasikan pembangunan jalan tol. Masalah yang kerap dihadapi investor dalam pembangunan jalan tol selama ini soal lahan.

Untuk itu mengatasi hal itu, menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Achmad Ghani Ghazali, pemerintah akan membebaskan terlebih dahulu lahan yang akan dibangun jalan tol kemudian baru dilakukan lelang. Pola ini akan diterapkan pada proyek pembangunan jalan tol baru.

Tol Cikampek

Tol Cikampek

“Strateginya, tanahnya kita bebaskan dulu menggunakan dana APBN sampai terbebas 75 persen. Setelah itu kita cari investor yang mau menggarap. Langkah ini juga mengacu pada Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dan swasta untuk pembangunan jalan tol,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4).

Pola baru ini, lanjut Ghani, sudah diterapkan di proyek jalan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Jawa Barat sehingga prosesnya lebih cepat. Perbedaan mendasar dengan pola lama adalah lelang dilakukan setelah lahan terbebas 75 persen, sementara pola lama langsung dilakukan lelang meskipun belum ada lahan yang dibebaskan.

Penerapan pola lama  membuat kerugian bagi pemerintah, seperti di ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang yang pembebasan lahannya hanya 1-3 persen sehingga proyek ini bertahun-tahun terbengkelai. Pendekatan baru ini diharapkan akan mengindarkan kemungkinan terjadinya proyek mangkrak dan mendapatkan investor bonafid, bukan calo proyek.

“Jadi, nantinya investor yang serius akan lebih mudah dalam melaksanakan pembangunan, nggak ada lagi cerita pembangunan jalan tol  lama karena lahannya belum bebas. Ini juga untuk mengurangi tudingan pemerintah lamban karena tidak bisa menindak investor yang tidak menjalankan pembangunan jalan tol,” tandasnya.

Editor: H. Prasojo

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me