Afrika Selatan Percepat Pembangunan Rumah Murah

Big Banner
Perumahan di afrika selatanPerumahan di afrika selatan

Propertinet.com – Pasar rumah murah di Afrika Selatan yang selama ini banyak dihindari oleh pengembang, mulai dilirik.

Beragam kegiatan investasi untuk segmen pasar properti yang kuat, dan besarnya permintaan untuk perumahan terjangkau mulai membuat bisnis properti menarik. Bahkan, pasar perumahan murah menunjukkan fundamental properti yang lebih baik pada tahun 2014.

Angka dari bank FNB mendukung hal tersebut, bahwa pada tahun 2014, indeks harga rumah tua di kota-kota naik menjadi 9,5 persen dari 2013 yang hanya 6,5 persen. Permintaan melonjak 6,8 persen di kota metropolitan utama macam Cape Town, Johannesburg, Tshwane, Nelson Mandela Bay dan eThekwini.

Kepala Sektor Kredit Rumah Tangga dan Properti FNB, John Loos, mengatakan meski naik, properti tua di kota harganya masih terjangkau.

Perumahan sewa murah

Tidak hanya nilai yang penting bagi pasar ini, tetapi juga keterjangkauan. Pengembang mulai menawarkan solusi perumahan yang unik. Salah satunya adalah Perusahaan Perumahan Sosial Johannesburg (Joshco) yang menawarkan perumahan sewa murah untuk individu produktif antara 3.500 rand (Rp 3.8 juta) hingga 7.000 rand (Rp 7.5 juta) per bulan.

Target Joshco adalah individu yang tidak memenuhi syarat di level menengah ke bawah. Salah satu pengendali Joshco, Rory Gallocher, mengatakan selama ini pasar properti tidak menghasilkan solusi perumahan bagi orang-orang tersebut.

“Sekitar 20 persen sampai 30 persen masyarakat berpenghasilan rendah kurang dari 3.500 rand (Rp 3,8 juta). Angka ini sangat rendah di pasar Afrika Selatan. Banyak orang (yang mengajukan permohonan apartemen Joshco) memperoleh hunian dengan menjual barang-barang dan atau usaha kecil. Mereka tidak perlu menunjukkan slip gaji,” jelas Gallocher.

Solusi perumahan

Harga sewa apartemennya bervariasi, mulai dari 840 rand (Rp 901.883) sampai 3.500 rand (Rp 3,8 juta) per bulan untuk unit satu sampai dua kamar tidur dengan dapur, dan kamar mandi.

Apartemen ini berbasis di Soweto, Roodepoort, dan beberapa bagian kota lainnya. Di pusat kota, Joshco mengembangkan kembali beberapa bangunan, yang sebelumnya digunakan untuk komersial, menjadi unit perumahan.

Baru-baru ini Johsco juga membangun sebuah proyek perumahan senilai 200 juta rand (Rp 214,7 juta) di Dobsonville, Soweto. Proyek tersebut mencakup 502 unit rumah sewa sebesar 750 rand (Rp 800 ribu hingga 2.000 rand (Rp 214 ribu) per bulan. Proyek diharapkan selesai pada Desember 2016.

Selain di Dobsonville, Joshco memiliki 17 proyek yang tertunda, beberapa di antaranya dalam proses penyelesaian dan menunggu finalisasi tender.

Beberapa perumahan yang tertunda tersebut terletak antara lain di sepanjang Golden Highway di Devland, Lombardy East Lombardy/Alexandra, Orlando di Soweto, Johannesburg, dan Turffontein.

Tujuan Joshco membangun di daerah ini adalah untuk mendekatkan penyewa dengan kawasan pusat bisnis. Dengan demikian penyewa bisa memotong waktu dan biaya perjalanan. Namun demikian, Gallocher mengatakan, pembangunan unit apartemen tergantung pada kinerja ekonomi Johannesburg.

“Kami akan memproduksi lebih banyak rumah jika perekonomian kota membaik. Sebaliknya, produksi perumahan kurang jika ekonomi melemah. Permintaan dan keberlanjutan program perumahan Joshco akan lebih besar jika ekonomi tumbuh lebih cepat,” katanya.

Faktor lain adalah bahwa apartemen Joshco tergantung pada kontribusi yang diberikan oleh penyewa. Karena Joshco adalah entitas kota, perusahaan ini tidak memiliki ruang lingkup untuk meningkatkan sewa sembarangan dibandingkan dengan pemain swasta.

Sementara itu, karena kekurangan unit menjadi tema utama pada pasar ini, ada tanda-tanda bahwa unit terjangkau akan lebih banyak diluncurkan ke pasar. Departemen Pemukiman menargetkan peluncuran 80.000 unit rumah murah dalam empat tahun ke depan. Sejak tahun 2004, Joscho telah dibangun sekitar 7.500 unit dan memiliki target lebih dari 13.600 unit pada akhir Juni 2017.

Dalam upaya mewujudkan target perumahan departemen, perlu 10 miliar rand (Rp 10,7 triliun) untuk mendanai unit, kata Gallocher.

propertinet.com