Kuartal II-2016, Pasar Kondominium Jakarta Stagnan

JAKARTA - Lembaga konsultasi Leads Property Services Indonesia menyatakan pasar kondominium (apartemen milik) tetap stagnan sepanjang kuartal II-2016 atau tidak ada pertumbuhan substansial. Berbagai kebijakan ...

  • propertidata
  • 2016.09.19
  • 216

    view

  • Kuartal II-2016, Pasar Kondominium Jakarta Stagnan

    JAKARTA - Lembaga konsultasi Leads Property Services Indonesia menyatakan pasar kondominium (apartemen milik) tetap stagnan sepanjang kuartal II-2016 atau tidak ada pertumbuhan substansial. Berbagai kebijakan yang telah digulirkan pemerintah seperti amnesti pajak dan penurunan suku bunga kredit baru berdampak dalan jangka panjang.

    "Jadi, penurunan pasar harus segera diantisipasi, dan diperkirakan pulih dalam tiga tahun ke depan dengan kemungkinan meningkatnya permintaan," kata CEO Leads Property Hendra Hartono di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Hendra menyatakan sepanjang kuartal II-2016 terdapat tambahan pasokan kondominium di Jakarta sebanyak 5.748 unit. Jumlah ini dihasilkan dari penyelesaian 9 proyek kondominium di luar CDB, yang sebagian besar dari proyek kondominium kelas menengah bawah.

    Dengan tambahan unit tersebut, total pasokan kondominium di Jakarta selama kuartal II-2016 telah mencapai 152.118 unit, atau meningkat sebesar 3,8% dari kuartal sebelumnya 17,4% dari tahun lalu.

    Sementara, Hendra menagatakan meskipun sebagian besar proyek yang diselesaikan pada kuartal II-2016 adalah dari segmen menengah bawah, namun pasokan yang ada di kuartal ini masih didominasi oleh segmen menengah (sebanyak 44%), diikuti oleh segmen menengah ke bawah (36%), segmen menengah atas (13%), segmen atas (6%) dan segmen mewah (1%).

    Sementara itu, Hendra mengatakan, meskipun pasokan kondominium di kuartal II-2016 meningkat, namun permintaan kondominium di Jakarta tetap stagnan. Adapun rata-rata tingkat penjualan 91% atau hanya meningkat sebesar 0,2 % dari kuartal sebelumnya dan 1,8% dari tahun lalu.

    Hendra mengatakan penjualan kondominium didominasi oleh proyek segmen menengah atas yakni sebesar 64 % atau meningkat 2,6 % dari kuartal sebelumya dan 5,6% dari tahun lalu. Sementara, segmen mewah mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,1 % dari kuartal sebelumnya.

    "Ini kemungkinan sebagai hasil dari peraturan baru yang diterapkan seperti kebijakan penyesuaian pajak barang mewah (PPnBM)," katanya.



    Laila Ramdhini/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci